life random thought sharing Uncategorized

Life is Unfair (?)

Sebenernya saya gak tau sih harus mulai dari mana, karena seperti yang pernah saya post sebelumnya, ini seperti random thougt seperti biasanya.

Tadi pagi, saya bangun seperti dengan rasa kecewa yang teramat sangat, entah karena apa saya sendiri aja gak tau. Pernah ada yang begini kah?
Kalau dibilang lagi capek, gak juga — saya udah cukup istirahat sepulang dari Ciamis hari Selasa kemarin.
Mungkin karena cerita-cerita mengecewakan yang belakangan saya dengar, mungkin karena yang saya alami sendiri dan sebagainya.

Sebenernya kan dasar kekecewaan itu lahir dari ekspektasi yang cukup besar akan suatu hal, kan?
Misalnya dari hal paling kecil, saya berharap suami saya bisa saya mintakan tolong untuk ajak Binar main sebentar tanpa lalu lalang di depan saya yang sedang makan dan menjadi terburu-buru. Saya jadi kecewa karena kenapa sih nggak bisa nggak panik kalau anaknya nangis atau coba tolong alihkan sebentar. Tapi pikiran seperti ini biasanya saya “ademin” sendiri dengan; ya kenapa makannya gak nunggu anaknya tidur aja sih?
sekali lagi, pernah kah ada yang begini? :”)

Semakin tumbuh, semakin saya seringkali memendam kekecewaan akan suatu hal dan mencari pelarian dengan hal lain, anggaplah jajan lipstik itu sebuah terapi buat saya biar saya tetap waras. Karena kalau harus ke mall sendirian itu ga mungkin, paling bisa ya jajan online.
Anggaplah ini pembenaran, tapi kita pasti butuh setidaknya satu hal yang bikin kita sendiri ngerasa baik-baik aja.

Lalu ditambah dengan cerita sedih tentang orang dekat yang saya sempat iri dengan gaya hidupnya yang sudah berganti-ganti mobil, tapi deep down inside dia kesepian sekali dan ngerasa keluarganya ga pernah betul betul ada buat dia, semua menolong demi uang. Kalau mau dibandingkan, saya justru mungkin lebih beruntung karena saya punya keluarga yang baik-baik saja walaupun saya ga bisa gonta ganti mobil.
Atau teman yang punya rumah super bagus, anak anak pinta tapi suami pulang setahun dua kali.
Lalu ada juga yang menampilkan betapa beruntung dan bahagianya hidup teman saya ini, tapi yang orang tidak tau dia justru sedang depresi habis habisan akan satu dan lain hal.
Punya uang, tapi ga punya waktu.
Punya karier bagus, tapi keluarga berantakan.
Punya anak, tapi ga bisa berbagi cerita seru dengan suami.
Punya rumah bagus, tapi kesepian.
dan lain lain
dan lain lain.
Mungkin kalau terus menerus membandingkan memang ga akan selesai, selalu ada yang disesali dan selalu ada yang diharapkan lebih, sedangkan kenyataan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan.

Jadi sebetulnya, hidup yang memang tidak adil, atau kita yang kurang pandai bersyukur?

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

You Might Also Like

6 Comments

  • Reply
    Tomi Azami
    July 23, 2015 at 11:03 am

    beuh jleb banget.
    saya juga kadang gitu, kak. ngelihat temen-temen udah pada wisuda duluan. sementara saya belum. ngelihat temen-temen udah pada kipas-kipas uang hasil kerja mereka, sementara saya kipas-kipas revisian.
    tapi pas reunian kemarin, mereka cerita kalau ketemu saudara ditanyaainnya "kapan nikah?" saya gak dong.. alhamdulillah, gak ada beban. paling ditanya "kapan wisuda?"

  • Reply
    Syahdian Novianti
    July 23, 2015 at 11:03 am

    Bener banget cha. Pernah ada kok di posisi kaya gitu. Pernah liat quote dari alodita yang kurang lebih kaya gini "it's thankful people who are happy"
    Sama2 belajar bersyukur cha :)) aku pun masih.

  • Reply
    Nuri Handayani
    July 23, 2015 at 11:03 am

    Aduh chaaa kok perasaannya sama bgt sih ama aku ….. yg makan udh ga bs nikmatin karena anak ga ada yg jaga karena aku beduaan aja drmh klo suami kerja .. pelarian ku yg bikin waras ya cmn nonton dram korea ahhhh
    Jadi sebetulnya, hidup yang memang tidak adil, atau kita yang kurang pandai bersyukur?
    Suka Bgtttt quote diatas

  • Reply
    viska amelia
    July 23, 2015 at 11:03 am

    Aku juga sering banget mikir kayak gini dan akhirnya narik kesimpulan sendiri haha. Hidup itu gak ada yang sempurna, pasti ada aja kurangnya dan harus ada yang di korbankan. Karena manusia punya sifat selalu kurang dan kepuasan orang beda2. Hidup juga tentang pilihan, waktu dulu aku ngekost banyak sekali ketemu orang2 beda kota dan beda watak juga. Ada yang rela makan dikaki lima dan warteg di daerah kost demi skincare + makeupnya terpenuhi. Ada juga yang makan di cafe2 hits dan sukanya travelling sana sini tapi muka dan badan tidak teurus. Tapi mereka bahagia dengan pilihannya masing2 dengan tidak menyenggol orang lain. Kami harus memilih prioritas kami sendiri dengan mengorbankan salah satu hal. Ya kami tidak bisa dapatkan semua yang kami mau karena harus bertanggung jawab dengan uang orang tua tiap bulannya hehe.. Makasih kak chacha udah sharing ini 🙂

    viskaamelia.tumblr.com

  • Reply
    osi menoadji
    August 7, 2015 at 1:31 pm

    hallo mba chacha salam kenal, aaaah tulisannya mengena sangat.

  • Reply
    Claudia Novreica Sutrisno
    August 7, 2015 at 1:31 pm

    Hello! 🙂 Aku juga pernah ngerasain yang dirasain sama kakak. 🙂
    Sometimes we should be thankful to everything even on the worst thing. It's like there's something good in every bad thing. 🙂

  • Leave a Reply