#BBLOGID review sharing Uncategorized

Feminax, The Savior.

Setelah melahirkan Binar, ternyata saya baru ngalamin juga yang namaya nyeri saat haid. Padahal dulu, waktu baru pertama kali haid sampai sebelum saya hamil, saya jarang banget ngalamin rasa nyeri yang sering dibahas perempuan di sekitar saya. Temen saya bahkan sering ada yang kalau haid itu sampai pingsan. Duh.
Jadi memang haid itu apa sih sebenernya kok sampe bikin nyeri?
Haid adalah proses peluruhan dinding rahim saat sel telur atau ovum yang telah matang tidak dibuahi oleh sperma. Begichuuuu.
Saya mah paling nyeri di hari pertama, tapi nggak seberapa dan ga sampe pusing gitu. Sekali, saya pernah minta dikompres perutnya sama suami pakai botol isi air hangat yang kemudian ditaruh di perut, tapi ya.. begitu udah ga hangat ya sakitnya kerasa lagi.
Nah Ternyata, nyeri haid yang kita rasakan itu kan dari hormon prostagladin yang dihasilkan oleh tubuh kita untuk membuat dinding rahim berkontraksi. Lalu kalau hormon ini diproduksi secara berlebihan, akibatnya adalaaaah si dinding rahim tuh jadi kram karena aliran darah tidak lancar gitu.
Etapiiiiii setelah melahirkan malah saya yang sampe sering bilang ke suami
“Yah, aku haid hari pertama nih, kamu jangan mancing emosi ya.”
Soalnya, nyeri haid disertai pusing dan kawan kawannya itu semacam pemicu saya jadi suka ngomel sama hal remeh temeh yang sebetulnya jarang banget saya lakuin.
Tapi ya, namanya juga perempuan—the master of multitasking. Kita kan nggak bisa, kalau lagi haid dieeem aja di tempat tidur ngerasain sakit. Kita perlu sambil ngelakuin banyak hal. Kerja jalan terus, ngurus rumah dan anak apalagi, it cannot wait, ya tokh?
Terus gimana dong tipsnya biar kalau lagi haid bisa tetep aktif gitu? Nih :
Pertama, kamu harusnya sih ya banyak mengkonsumsi makaanan yang mengandung omega 3, bisa di dapat dari daging, telur, susu. Pola hidup sehat ini harus dijaga terus sih, disertai pikiran positive juga jangan lupa yah!
Kedua, olahraga ringan juga harus tetap dijalankan. Saya sih biasanya jalan kaki santai atau jogging-jogging ringan gitu. Jangan yang membebani diri banget juga sih, yang ada malah ga bener ke badannya nanti.
Teruuus yang ketiga ini, yang saya lakukan beberapa bulan belakangan; minum Feminax!
Waktu awal-awal sakit pas haid, saya juga bukan tipe yang mengkonsumsi obat pereda nyeri karena ada rasa takut ketergantungan, tapiiii karena yang ada malah saya jadi susah konsentrasi kalau lagi nyeri haid, saya akhirnya minumlah si Feminax ini. And surprisingly, Feminax ini ngebantu saya banget untuk ngilangin rasa nyeri, ditambah juga Feminax jelas ga bikin ketergantungan. Jadi memang aman banget untuk dikonsumsi.
Bednya  Feminax  dengan obat lain itu sebenernya di kandungannya,Feminax ini mengandung Asetaminofen (Parasetamol) dan ekstrak Hiosiami, karena kombinasi keduanya efektif mengatasi rasa nyeri, pening dan mulas yang timbul pada waktu haid makanya pas banget kalau dikonsumsi sebagai pereda rasa nyeri yang kadang juga ditambah kram perut. Aduhaiii banget yah jadi perempuan!
Oiya, seperti yang saya bilang sebelumnya. Tentunya Feminax ini aman—asaaaaal minumnya sesuai dosis yang dianjurkan sesuai tertera di kemasan produk.; 1 tablet sehari saat haid ajah,
Feminax jugau jelas gak bikin ketergantungan—iyalaaaah karena Feminax sama sekali bukan narkoba yaaa, mana mungkin bikin ketergantungan.
Ditambah lagi,  Feminax gak bikin rahim kering atau mandul karena feminax kerjanya di susunan syaraf pusat bukan didaerah rahim dan alat reproduksi gitu, lagipula menurut teman saya yang dokter, gak ada tuh istilah rahim kering 😀
Nah, kalau kalian punya anak, temen, saudara atau bahkan kaliannya sendiri yang mau curhat seputar haid, bias banget lho meluncurrrr ke http://www.feminaxstayactive.com/ dan juga ke facebook Femii ActiveGirl lalu twitter @FemiiStayactive
Who didn’t love free consultation anyway? Hihihi.
Selamat mencoba!
Much love,

Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

Feminax Stay Active

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply