random thought Uncategorized

Bersedihlah.

Katanya manusia tidak boleh terlalu lama memendam rasa sakit,
mengenang satu cerita yang sangat pahit,
atau sekedar berlama-lama membahas cinta yang tak selesai.

Entah siapa yang membuat aturannya, tapi rasanya setiap ketabahan pasti berbeda berdiam di dalam hati manusia.
Buat saya, bersedih-sedih akan banyak hal seharusnya memang butuh waktunya sendiri. Apakah itu perlu waktu lama, atau sesebentar mungkin.
Karena katanya lagi, manusia itu perlu waktu untuk berdamai dengan masa lalu. Sedang yang sering kita lupa adalah kita belum berdamai dengan diri sendiri, tapi sudah sibuk membenahi yang padahal telah lama usai.

Kadang kita menangisi yang tak sempat selesai,
memikirikan bertahun-tahun hal yang kita belum sempat kita mulai,
kadang kita berlarut-larut di kesedihan yang sama setiap hari,
menyesali kesalahan kesalahan yang mungkin terhadap orang lain kita sudah termaafkan, tapi tidak oleh diri sendiri.
Tentang ketidaksetiaan,
Tentang rasa bersalah,
Tentang sesal,
bersedihlah…
Bersedihlah sampai kau memaafkan dirimu sendiri karena pernah melakukannya.
Lalu buat catatan untuk diri sendiri agar memaksa jadi bentuk yang lebih baik.

Bersedihlah atas hal hal yang tak sempat terselesaikan dengan benar, walau ada air mata di sana.
Bersedihlah ketika ternyata kau sedang ditinggalkan, dan tak sempat memintanya untuk tetap ada.
Bersedihlah saat cintamu tidak lagi berbalas, atau keberadaanmu tidak lagi diinginkan.
Bersedihlah selama waktu yang kau butuhkan.
Tidak perlu memaksakan agar selalu baik-baik saja.

Tapi lalu bangkit lagi, ketahui bahwa entah kapan, akan datang seseorang yang membantumu melewati semuanya. Yang menawarkan seluruh hidupnya bahkan saat kau hanya perlu sepasang tangan untuk saling genggam.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply