review

Kenalan Sama Advan

Halo!
Saya punya teman baru, hmmm… lebih ke mainan baru sih sebetulnya.
Apa sih, bu, mainannya?
Handphone lah!
Kemarin sempat nyari handphone android baru, niatnya buat misahin mana handphone buat urusan kerjaan, dan mana handphone yang buat urusan personal.
Karena untuk urusan personal udah aman, maka akhirnya saya memutuskan untuk nyari handphone android khusus untuk kirim-kirim email ke klien, manfaatin semua multimedia yang ada dan terutama… menghasilkan selfie dari beauty camera yang udah built-in di handphone tersebut.
Dan dari hasil baca review dan cari juga tanya sana sini, pilihan jatuh kepada…
Advan i5e Glassy Gold 2!

Dengan banyak pertimbangan, selain harganya yang affordable, Advan i5e yang sudah ber-LCD 5 inci dengan resolusi HD ini menarik perhatian banget. Bentuknya handy dan tidak slippery, apalagi di dalamnya sudah ada airbag bumper case khusus untuk handphone stylish ini. Desainnya bisa dibilang sangat ergonomis dan nyaman sekali dalam genggaman saya walaupun hanya dengan satu tangan ketika digunakan.
Untuk kameranya sendiri sudah ada LED flash, lalu tombol tombol untuk volume dan tuntuk ombol power ada disamping kanan, sedangkan untuk port audio dan port MicroUSB berada di bagian atas ponsel. Hmm, menarik dan ga ribet!

Advan yang mengusung 4G Action camera untuk foto selfie yang fashionable ini memudahkan kita untuk mendapatkan hasil foto yang elegan dan modern, belum lagi dengan akses jaringan 4G LTE –nya yang bikin kita bisa akses data dengan super cepat jadi kalau kita mau memanfaatkan wireless displaynya untuk disambungkan dengan smart TV juga bisa banget, nih. Apalagi strong Wi-Fi receivernya kenceng banget, karena microchip di dalamnya memang berteknologi terkini yang bisa menambahkan kepuasan kita untuk mengakses data digital.
Advan i5e OS-nya sudah pakai yang lollipop ini memang yang diunggulkan fitur kameranya, dengan itu tagline mereka untuk yang satu ini memang Action Camera. Buat saya ini cukup banget karena kamera belakangnya sudah 8MP dan kamera depan 5MP, ini jelas memudahkan kebutuhan fotografi saya sih, hasilnya bening banget, apalagi buat selfie! Dan yang penting, LED flash kameranya difasilitasi di dua sisi, di kamera depan dan kamera belakang.
Nah dengan adanya fitur Action Camera itu, smartphone dengan 4G LTE ini memudahkan editing foto dengan filter langsung yang sudah tersedia dari kamera bahkan sebelum kita mau take photo. Jadi, yaa… kita jelas ga perlu lagi download apps sejenis photo editor. Saya suka banget nih dengan fitur untuk bikin foto kita keliatan lebih cantik, karena bisa adjust skin tone segala!

Fitur foto editornya yang lengkap dengan Active camera untuk selfie dan hasil foto yang bisa di-adjust sesuai skintone kita, lalu ada Fashion look juga untuk editan make-up, beauty face dan juga decoration, seru banget!

Nah, selain kamera, saya jatuh hati juga sama kualitas audionya yang jernih banget! Terlebih lagi, Advan i5e memiliki fitur music tambahan dan juga FM Radio. Di dalam kotak handphonenya sendiri sudah dilengkapi untuk konsumen earset yang sepaket bisa kita dapatkan untuk digunakan mendengarkan music file atau nonton video dari Advan i5e ini, kualitasnya jernih dan bass-nya terasa sekali.
Advan i5e ini RAM-nya cukup besar kok, 2 GB dan internal memori 16 GB, tapi kalo memang dirasa kurang ada slot memori eksternal 32 GB kok. Lengkap dan memuaskan lah Advan i5e ini!

Nah, buat kalian yang lagi cari handphone android dengan kualitas mumpuni, dengan harga Rp. 1,4jt-an Advan i5e ini bisa menjadi pertimbangan untuk dibeli. Semoga review ini membantu buat kalian yang lagi nyari ‘jodoh’ handphone ya!
Yang jelas, saya sih puas banget pakai handphone ini untuk berbagai urusan dan kebutuhan harian. Seneng bisa nemu yang cocok di kualitas, dan yang pasti cocok di kantong.

Much Love,
Chacha Thaib.

Uncategorized

Karya Seni Kurang Riset

Tanggal 25 februari 2017, saya mampir ke salah satu akun Instagram seorang Influencer yang namanya cukup di kenal di kalangannya, di sana ada postingan sebuah pudding serupa fetus bayi kecil seukuran jempol manusia dewasa. Warnanya agak kemerahan, diberi kesan seperti berlumuran darah.
Saya penasaran, karena rupanya ini adalah sebuah pertunjukan seni. Pertunjukan seni bertajuk Makan Mayit yang didalangi oleh seniman perempuan yang namanya baru saya ketahui keesokan paginya, seniman bernama Natasha Gabriella Tontey. Pemilik akun Instagram @roodkapje ini ternyata telah dua kali menyelenggarakan event serupa, Makan Mayit adalah yang kedua.
Detail acara tentang siapa Tontey dan apa yang ingin ia coba sampaikan bisa dibaca di :

https://www.vice.com/id_id/article/menyelami-dunia-horor-ganjil-tontey

dan

https://www.whiteboardjournal.com/interview/32909/metode-visual-bersama-natasha-gabriella-tontey/

Juga foto-foto yang sebagian sudah dihapus di hashtag #MakanMayit dan beberapa tidak ditemukan karena akun instagram yang terlibat sudah terkunci. Tidak akan saya tampilkan penuh di sini karena begitu mengerikan dan menyedihkan.

Saya sudah baca artikel dan interview yang memuat pertunjukan Tontey dan mencoba mencerna apa yang ingin ia sampaikan. Tapi ternyata… tetap “ga sampai” di logika saya.
Kalau ini tentang kebebasan berekspresi, berarti saya punya hak yang sama untuk menanggapi, toh?
Bagi saya, dari semua pertanyaan yang dilayangkan kepada Tontey, seniman satu ini tidak konsisten. Kurang jelas apa yang mau disajikan dan berujung seperti karya seni yang kurang riset dan akhirnya hanya seperti cari perhatian. Tapi kemudian setelah ia melemparkan karyanya ke hadapan publik, ia meninggalkan ruangan dengan pro-kontra yang sepertinya ia sendiri belum siap menerima itu semua. Argumen saya berdasar pada terkuncinya akun instagram Tontey selang beberapa menit karyanya dihujat banyak orang.
Dari apa yang saya baca, tentang perjalanan seninya sendiri, Tontey adalah seniman plin plan yang tidak bisa mempertahankan visi akan karya yang ia buat.
Di beberapa pertanyaan dari link white djournal yang saya baca, ia menyebut dirinya pemalas. Ia menjalani masa kuliah hanya karena telah diterima lebih dulu, dan akhirnya merasa kursus yang ia jalani adalah sebuah kesia-siaan.

Kembali ke Makan Mayit, kalau ini memang sebuah pertunjukan makan mayit yang berkaitan dengan kanibalisme, mengapa harus boneka bayi? Hanya karena di karya sebelumnya ia menggunakan hal serupa? Dangkal.
Mengapa ia menyebut menyajikan makanan di atas meja adalah dari ASI asli, yang ia dapat dari asosiasi menyurusui? Lalu bahkan kemudian setelah instagramnya kembali dibuka, ia berkata bahwa ia bahkan tidak tahu bahwa organisasi semacam AIMI ASI ada di Indonesia.
Lalu riset yang ia sebutkan sebelumnya, datang dari mana? Mentah.
Ia bilang bahwa ada ekstrak keringat ketiak bayi dalam kandungan makanan yang ia sajikan. Dengan cara apa ia mengambil ekstrak tersebut? Berapa bayi manusia yang ia pakai hanya untuk pertunjukan seni yang menurut saya tidak layak dan banyak penyimpangan ini?
Sayangnya semua pertanyaan ini tidak terjawab.
Seniman yang awalnya menyebutkan ini adalah sebuah eksperimen sosial justru memilih untuk bungkam, hanya beberapa influencer yang diundang yang membuka suara.
Pembelaan terhadap seorang teman memang bisa dimaklumi, tapi kemudian, yang sesungguhnya bertanggung jawab atas semua ini, senimannya sendiri, toh?

Seni dianggap sebagai salah satu bentuk penyampaian atas kegelisahan seniman dan akhirnya lahir sebagai karya yang dinikmati banyak orang. Bagi saya, yang diciptakan Tontey justru hanya bisa dinikmati kalangan tertentu yang merasa dirinya mengerti, dan yang tidak terima atas karyanya dianggap sebagai pasukan nyinyir yang tidak menghargai proses. Sungguh dangkal.

Tontey menyebutkan yang diundang akan diajak berdiskusi apa tanggapan mereka atas makanan yang di hidangkan. Tapi yang diundang bahkan mungkin menilai ini hanya sebagai bentuk keseruan karena ini hal yang baru dan… tabu.

perempuan-perempuan masih banyak yang berjuang untuk bisa menghasilkan ASI.
Untuk bisa mendapatkan keturunan.
Untuk bisa menimang bayi.
Untuk berbesar hati kalau janin di kandungannya harus direlakan dan tidak dilahirkan dari rahim mereka.
Lalu unborn love yang mereka angkat sebagai tema pertunjukan ini dianggap seni? Nonsense.

Pudding janin bayi,
Bentuk payudara yang mengadung keju dibuat dari ASI.
Minuman yang dibuat sedemikian rupa agar mirip darah segar.
Boneka plastik yang dibedel perut dan kepalanya sebagai pengganti piring.
Seni yang mana? Yang mengusik hati dan perasaan perempuan terutama mereka yang berjuang sebagai Ibu?

Dari kemarahan yang tersulut karena pertunjukan aneh ini, orang yang tidak merasakan hal yang sama dengan mudahnya bilang “this is art, lo tau apa?”
No, this is not ART. Ini penyimpangan besar, ini hal ganjil yang menuntut diterima norma masyarakat, ini hal aneh yang tidak sepantasnya dilempar ke ruang publik.
Sang seniman seolah lupa bahwa setelah melempar karya, satu-satunya yang bertanggung jawab adalah dirinya sendiri. Bukan perlindungan dari teman. Buka forum diskusi, duduk berdampingan dan coba sampaikan, coba klarifikasi dengan benar bukan dengan pembenaran sepotong-sepotong.

Sang seniman yang gagal paham akan konsep ASI dan stemcell ini rasanya ingin saya ajak bicara baik-baik, “yang kamu anggap horror dari bayi yang meminum ASI adalah hal yang dijalani perempuan selama dua tahun karena itu adalah HAK mereka. Itu kehidupan sehari-hari kami selama dua tahun di mana seorang manusia baru bergantung hidup pada kami, IBU.”

Sedihhnya lagi, pencetus seni kurang riset adalah seorang perempuan. Di mana mungkin suatu hari nanti ia akan jadi seorang ibu. Goodluck with that, Natasha.

Akhirnya karya seni Tontey memang jadi perbincangan, perhatian yang ia cari ia dapatkan, in a wrong and a very bad way.
Seniman hanya berpikir untuk membuat keriaan sesaat dan sesat. Tanpa pikir efek jangan panjang dari apa yang ia buat.
Ini seperti seniman punya idealisme, tapi ga idealis-idealis banget juga. Ga bulat dan ga berdasar. Tontey seolah tidak konsisten atas idealismenya sendiri.
Setelah diskusi di hadapan boneka bayi menyedihkan itu, lalu apa? Apa pesannya sampai? Atau hanya ego-nya saja yang “kenyang”?
Dalam pembuatan karyanya bahkan ia lalai menyebut satu nama organisasi, dalam pembuatan karyanya yang terkesan nyeleneh bahkan yang datang bilang bahwa itu bukan ASI asli, hanya kuah sayur lodeh. Ini sebagian dari gimmick? Bullshit.
Acara serupa akan digelar pula di Jogja, katanya. Semoga banyak pihak bisa menghentikan ini. Efek jangka panjang bagi anak di bawah umur yang sudah menyentuh media sosial ini nantinya akan jadi hal yang menakutkan, karena mereka bisa saja menganggap ini adalah wajar.

Natasha Gabriella Tontey memang telah menyampaikan permintaan maaf HANYA kepada AIMI ASI Jogja yang namanya ia pakai sembarangan untuk karya seni mentah ini. Tidak kepada seluruh perempuan yang merasa karyanya menyakitkan bagi mereka, juga saya.
Seorang influencer lain kemudian menyebutkan bahwa yang berkomentar adalah orang yang tidak paham proses dan tidak mengerti seni visual.
Saya, dibesarkan oleh seorang lelaki yang mengenyam pendidikan Seni di fakultas seni kenamaan Jakarta, ayah saya bekerja sebagi seniman sepanjang hidupnya sampai saat ini. But still, bagi saya ini bukan karya seni, ini hanya penyimpangan yang dikemas sok artsy dan sok indie.
Sebagian dari para perempuan yang terlibat dalam Protes Makan Mayit tidak melarang Tontey berkarya, hanya saja penyampaiannya yang kurang apik harus dipikirkan ulang. Buatlah itu setertutup mungkin untuk hanya kalian yang kalian bilang paham seni, buatlah yang lebih bisa dicerna akal sehat, yang tidak menyentuh ranah sensitif seperti bayi dan kanibalisme, buat lah yang lebih elok dan tidak miskin ide, atau sekali lagi, yang lebih idealis di mana itu bisa dipertanggungjawabkan dengan bulat dan konsisten.

You got my message, dear Natasha Gabriella Tontey, yang bahkan sampai saat ini tidak berani kamu balas.

review

Alternatif Camilan Bebe

Minggu lalu bisa dibilang saya lebih sibuk dari biasanya. Sedangkan di sela kesibukan haru tetap ‘ada’ buat anak, dan ternyata saya mulai kewalahan. Sampailah di mana saat beresin kerjaan dan anak mulai rewel, akhirnya saya kasih coklat.
Lalu ada lagi saat saya mau istirahat sebentar tapi anak ngerengek minta es krim. Ibunya lemah, akhirnya keluarin lah es krim dari kulkas buat ‘senjata’. Belum lagi saat Ayahnya kelihatan makan coklat, anaknya minta juga.
Alhasil dalam sehari konsumsi gula anak saya berlebihan dari biasanya. Apa yang terjadi? Yep, tidak lain dan tidak bukan… anak saya sugar rush!
Ya ampun, baru kali itu saya lihat badannya joget lebih cepat dari biasanya, nyanyi non-stop dan energinya ga abis-abis. Kayak boneka kelinci di iklan baterai.
Antara sedih karena merasa kurang apik ngurus anak tapi juga ketawa lihat tingkah polanya.
Dari pengalaman itu, saya akhirnya belajar untuk cari alternatif camilan buat Binar—yang sekarang maunya dipanggil Bebe.
Hasil dari pencarian saya berakhir di… buah-buahan. Selama ini Bebe jarang sekali mau makan buah, karena anaknya agak picky urusan buah. Biasanya hanya mau pisang atau mangga. Pernah dikenalkan ke strawberry tapi ternyata kurang suka karena agak asam.
Akhirnya, saya akalin dengan bikin smoothie campur dan dibekukan di cetakan es loli. Bentuknya yang kayak es krim akhirnya lebih menarik di mata Bebe.

Okay, sekarang kita bahas bahan-bahannya ya…
Gampang banget kok!

– 300gram strawberry
– 2 buah pisang
– 300 ml yoghurt
– 5 sdm madu
– 1 gelas es batu

Dibanding menggunakan gula, jelas madu lebih kaya manfaat, kan?
Buahnya sendiri juga kan udah banyak vitaminnya tuh. Jadi anak ngemilnya lancar tapi juga nutrisinya tercukupi. Apalagi buah bisa melancarkan sistem pencernaan dan juga bisa menghasilkan energi yang baik untuk anak.
Gaya hidup sehat ternyata memang harus diterapkan sejak dini ya daripada kita menyesal di kemudian hari. Kayak saya yang harus lihat anak sugar rush dulu baru deh kepikiran untuk ganti camilannya dengan yang lebih sehat.
Oh iya, Saya bikin es loli buah ini menggunakan blender Philips. Udah pernah lihat belum buibuk blender Philips yang baru? Pilihan warnanya macem-macem lho. Udah gitu, kapasitasnya 2L, cocok banget buat kebutuhan rumah tangga. Nah, cetakan es lolinya yang 6 buah itu juga saya dapet langsung gratis dari Philipsnya juga nih, jadi kita ga perlu beli terpisah. Pisau gerigi di blendernya tahan lama banget buat motong dan menghaluskan bahan yang kita masukkan. Yang bikin saya seneng, ada tombol pulsenya bisa mudah hancurin batu es dan ada tombol quick cleannya yang fungsinya bisa bersihin blender dengan cepet pastinya gak rempong nyucinya. Kalau mau bersihin detilnya, pisaunya juga bisa dilepas. TOP bgt!

Untuk info lebih lengkap, buibuk bisa mampir langsung ke website Philips di http://www.philips.co.id/id/c-w/promotions/promoblender.html ya! Atau bisa juga join fanpage FB Philips Home Living ID untuk lihat promo terupdatenya.
Kalau ada yang punya resep camilan sehat untuk anak, boleh dong di share di tab comment saya yaa.. pengen banget menyebarkan gaya hidup sehat #SerunyaMakanBuah bareng #PhillipsHealthyTips ini 

Selamat mencoba resepnya ya, buibuk!

Love,
Chacha Thaib

life

Mommies Days Out ( Day 2 )

Okay, melanjutkan postingan sebelumnya soal trip ibu ibu ini ke Bali semaleman tanpa anak, sampailah kami di hari ke dua.
Nah, ini dia nih yang paling ditunggu-tunggu.
Di hari kedua ini, kebetulan saya janjian dengan pihak Frame A Trip, apa sih Frame A Trip?
Jadi, Frame A trip ini bisa dibilang sebagai jasa penyedia fotografer di lokasi manapun saat kamu lagi liburan. Kayak saya nih, ke Bali, pengen punya ala ala fotografer pribadi gitu, nah saya tinggal contact Frame A Trip by whatsapp atau langsung ke website mereka di www.frameatrip.com . Bisa juga check instagram mereka @frametrip Nah nanti, pihak mereka akan ngasih kamu satu fotografer untuk berbagai sesi yang bisa kamu pilih, di websitenya bahkan ada package-nya gitu.
Saya kemarin bikin dua sesi, satu sesi di hotel satu sesi lagi di Sea Circus.
Fotografer yang saya dapet ini menyenangkan dan friendly banget, jadi kerasanya kaya difotoin sama temen sendiri gitu. Seru deh!
Hasil jepretannya disesuaikan dengan selera saya tapi hasilnya ya hasil foto pro banget.

Sayangnya di tempat ke dua kami ga bisa explore banyak tempat karena Sea Circusnya juga penuh banget. Sea Circus juga tipe café/resto yang turis-minded gitu lho jadi yaudah kami foto di spot kecenya aja deh yang udah jelas instagram-able banget. Tapi biarpun begitu, hasil fotonya tetep oke banget lho. Beda ya memang jepretan pro sama yang cuma biasa foto buat bahan instagram aja 😀

Okay, lanjut lagi soal tripnya. Setelah selesai di Sea Circus, tadinya kami mau ke Motel Mexicola, tapi berhubung mau makan ‘bener’, kami memutuskan untuk makan di Warung Cahaya aja. Untung banget, fotografer dari Frame A Trip yang kami ajak makan bareng bawa kendaraan motor, jadi dia bisa duluan ke sana ambil nomor antrian secara ya konon Warung Cahaya ini terkenal antriannya panjang beneuuur, bok!

Nyampe sana kami puas banget sih makan ayam sambal matahnya, saya dan Fala sampe pesen 1 porsi nasi lagi! Sayang ga sempet foto nih di sini. Tapi inget rasanya aja udah pengen balik lagi sih, gimana nyimpen fotonya. Gojek ga ada nih Bali – Jakarta? menurut ngana, buk?

Udah tuh, selesai di Warung Cahaya akhirnya kami mulai hunting oleh-oleh, jelas lah ya.. Khrisna to the rescue!
Singkatnya kelar belanja ini itu ina inu di Khrisna, di jalan kami dapat kabar bahwa flight yang harusnya 18.15 delay 45 menit, heyaaaa hawa-haawanya ibu ibu ini udah pengen pulang ternyata!
Flight delay bukannya happy malah galau, persiapan mental lepas dari anak cuma sampe jam enam!
Akhirnya kami jalan balik lagi ke arah Seminyak dan memutuskan untuk ganti baju, leyeh-leyeh dan foto-foto nunggu sunset di Samaya Beach Club.
Nyampe sana, akhirnya kami udah ga banyak ngobrol cuma foto, ngemil dan duduk-duduk santai. Rapihin koper, ngatur oleh-oleh, cuci muka dan pulaaaang deh!

Walau ditutup dengan flight yang delay lagi sampai jam 9, but we were happy banget kok!
Me time yang langka semaleman gini ternyata priceless banget!
Terima kasih kepada suami kami dan pacar kak Chichi yang memperbolehkan, juga tentu saja… uang jajannya! Hahaha.

Remember, your kids don’t want a perfect mother. They just want a happy mom 

Cheers to our motherhood journey!

Love,
Chacha Thaib

life

Mommies Days Out (Day 1)

Holiday is just around the corner, everybodeeeee!
Tapi saya udah colongan duluan nih bulan lalu, bareng tiga orang dari member support group kami Buibuksocmed; Fala, Nadia, Chichi.
Jadi ceritanya bulan lalu kami berempat pengen me time, gak lama cuma semaleman ajah. Continue Reading

#anmum #boothmenyusui Uncategorized

Kenyamanan Terbaik Ibu Menyusui

Postingan kali ini harusnya saya mulai dengan mengucap Alhamdulillah, karena apa?Karena saya sudah selesai menyusui Binar selama 2 tahun lewat 3 minggu!

YayAlhamdulillah!
Awalnnya ngga nyangka bisa menyusui sampai dengan sesuai ‘jatahnya’ Binar, walaupun dari awal
kehamilan saya sudah berencana untuk menyusui langsung.

Continue Reading

beauty event mineralbotanica review soireemica Uncategorized

Discover The Limitless Beauty of Mineral Botanica

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahun lalu, saat lipcream lagi marak sekali di dunia per-lipstik-an, sebagian yang sering baca baca blog atau mampir ke Instagram saya pasti pernah baca bahwa saya jatuh cinta lipstick keluaran brand lokal yang namanya Mineral Botanica. Waktu itu susah nyarinya, harus nitip temen atau beli online. Continue Reading

#duluxdenimdrift #jakartafashionweek #jfw1027 Uncategorized

Jakarta Fashion Week 2017 : Denim Drift by Patrick Owen

 

 

 

 

 

Finally tahun ini bisa menyempatkan hadir ke gelaran Fashion Week di Senayan City tanggal 23-28 Oktober lalu, Alhamdulillah beberapa teman memang ikut serta dalam fashion show juga jadi memang hadir dalam rangka diundang dan duduk di front row menikmati karya mereka semua. Beda dengan tahun sebelumnya biasanya saya jarang mondar mandir di acara seperti ini karena entah kenapa setelahnya pasti diserang sakit kepala hebat.
Tapi nggak dengan tahun ini, tahun ini saya betul-betul hadir dari siang sampai malam, bentuk dukungan dan apresiasi untuk mereka.
Dari semua show yang saya datangi, ternyata tahun ini yang mencuri perhatian adalah karya dari Patrick Owen. Bekerja sama dengan Dulux, kolaborasi di antara keduanya mengusung tema Denim Drift, berangkat dari filosofi warna biru yang terbilang klasik, warna biru juga ternyata adalah tren warna tahunan yang diangkat oleh Dulux sebagai ColourFutures mereka tahun ini.
Diprediksi sebagai color of the year, warna biru ditumpahkan dalam karya Patrick Owen pada panggung fesyen tahun ini dengan pantone yang senada dan jelas di dalamnya ada pula aksen peranakan china khas dari Patrick Owen. Belum lagi biru adalah warna yang bisa diaplikasikan dalam pakaian sehari-hari, tampilannya yang chic sekaligus sederhana adalah apa yang ingin disampaikan Patrick pada khalayak.
Di dalam show nya yang menampilkan 29 model yang berjalan di runaway (24 model untuk Fable dan 5 untuk Denim Drift), semua koleksi menampilkan details yang dahsyat dan ‘bold’. Jika biasanya runaway fashion show diiringi backsound lagu pilihan, namun kali ini Patrick memilih poetry reading sebagi backsound runaway show nya, puisi yang sangat emotional seolah menyihir penonton sambil menikmati para model berlalu lalang membawakan karya Patrick yang desainnya didominasi warna monochrome dan pantone biru, tidak lepas dari siluet desain yang mendarah daging dari setiap rancangan, peranakan cina sangat terasa kental dalam setiap helainya.
Life in a new light (kehidupan dalam perspektif baru) yang dijadikan dasar kolaborasi yang ingin disampaikan seolah mengajak kita untuk melihat lebih dalam lagi pada hal hal sederhana yang membuat hidup lebih berharga. Terlihat jelas dalam karya Patrick dari pemilihan warnanya, desainnya, bordir dan aksen pada bajunya betul-betul mewakili apa yang ingin Ia jelaskan pada penontonnya.
Dan, oh ya, desain Patrick favorit saya salah satunya adalah shirt dress berwarna monochrome yang bisa dipakai juga untuk para hijaber yang menyukai modest wear. He did a great job as always!

 

 

 

 

 

Love,
Chacha Thaib

 

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
#event. #review #SolehaMeetsBlogger Uncategorized

HiLo Soleha Blogger Gathering




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hai Semuaaaa!

Gimana kabarnya? Saya mah baik alhamdulillah, lagi sering pergi-pergi ke berbagai undangan 😀
Soalnya udah selesai nyusuin Binar, jadi sekarang bisa cukup leluasa kalau mau pergi sedikit lebih lama dari biasanya. Soal selesai nyusuin, nanti saya ceritain misah ya.
Sekarang mau cerita soal acara yang saya datengin beberapa waktu lalu dulu.
Jadi tanggal 26 September lalu saya kebetulan di undang untuk hadir ke acara Soleha Meet Blogger yang diadakan oleh HiLo Soleha di Twin House Cipete.
Menempuh perjalanan lumayan lama sekitar 2,5 jam karena macet yang luar biasa, akhirnya nyampe juga di Twin House yang sudah mulai ketika saya datang. Agendanya hari itu adalah perkenalan tentang apa sih HiLo Soleha itu dan ada semacam workshop brush lettering dari team LivingLoving yang surprisingly seruuuu abis! Karena saya memang belum pernah nih ikut brush lettering class kaya gini, something new is always exciting!

Di kesempatan kali ini saya baru bener-bener bisa nyimak soal HiLo Soleha walaupun sebelumnya sempet tanya-tanya dan penasaran soal HiLo Soleha, kali ini bisa denger langsung dari May Pratisto, Customer Relations Managerdari HiLo Soleha.
Ternyata susu HiLo Soleha ini memang diperuntukkan kepada mereka-mereka, atau sebetulnya kita-kita  yang kurang terpapar sinar matahari karena ‘kan baju kita tertutup terus nih, tulangnya otomatis kan jadi kurang dong paparan sinar mataharinya, nah di kandungan HiLo Soleha itu lah ada Vitamin D, terus juga kalsiumnya tinggi tapi juga rendah lemak! Cocok banget untuk yang kulitnya tertutup baju panjang kaya kita.

Dari Lebaran kemarin saya kan memang dapat tuh kiriman hampers dari HiLo Soleha, karena memang suka minum susu dari kecil, saya cobain deh susunya. Ternyata coklatnya enak banget, dan yang penting HiLo Soleha ini mencukupi kebutuhan tulang saya, kalsium yang ada di HiLo Soleha ini cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari. Secara ya udah jadi ibu-ibu gini, selain ngurus anak, kerja dari rumah juga, jadi ya harus berinvestasi di kesehatan, menjaga badan supaya sehat dan gak gampang sakit, asupannya juga berarto harus bener selain olahraga rutin. 
Dan saya baru sadar nih, ternyata sehari-hari yang paling saya jarang dapati adalah Vitamin D, ini juga bisa dipenuhi dari HiLo Soleha!
Seru banget deh, banyak ilmu yang saya dapet dari acara kemarin, belum lagi belajar brush letteringnya! Belum lagi ketemu temen-temen Blogger lain yang udah lama banget ga ketemu, ketemunya kalo lagi ada event aja 😀

Oiya, kalian bisa lho lihat informasi lain seputar HiLo Soleha dan juga kegiatan apa yang sering mereka lakukan di Diary Of Soleha dan juga Instagramnya di @HiLo_Soleha.

 

 

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com