Browsing Category

breastfeeding

breastfeeding Indonesian Hijab Blogger life parenthood sharing Uncategorized

…Karena Menyusui Bukanlah ‘Cuma’

Untuk semua manusia yang sering bilang “Yaelah, kerjaannya cuma nyusuin doang aja!”

Ngga, saya ngga mau marah-marah kok. Cuma semacam menyampaikan yang ada di pikiran aja sih,
jadi saya tuh cukup sering ya denger orang ngomong ke Ibu menyusui — dan saya pun pernah dibilang demikian — kata kata seperti yang bold di atas.

Entah ya ini cuma saya aja atau sebagian Ibu lain di luar sana  juga ngerasain hal yang sama. Tapi, please lah, menyuusui itu bukan lah satu hal yang bisa ditambahkan kata ‘cuma’ di depannya.

foto dari sini

Baca quotes di atas, bukannya maksud sombong kok karena bisa menyusui, tapi tau ngga sih kalo menyusui memang bukan sekadar ‘cuma’, menyusui tidak semudah itu. Menyusui jauh daripada itu.

Saya pernah curhat sama sesama Ibu-ibu yang merasa ga dapet moral support dari suaminya untuk ikut menemani dirinya bangun tengah malam saat menyusui. Lalu karena ga dapet moral support kan dia jadi sedih, kalo dia sedih, moodnya berarti keganggu, nak karena bayi itu ‘ngikut’ mood Ibunya, jadilah si bayi ikutan ga asik moodnya.

Seberpengaruh itu, lho.
Lalu, ada lagi kalimat itu muncul karena si Ibu dirasa tidak melakukan pekerjaan lain selain menyusui. Misal, yang memandikan bayi dan mengurus hal lain soal bayi adalah nanny atau si mbak. Jadi si Ibu hanya mememang si bayi saat si bayi perlu menyusui.

Tapi kita, yang mengalami proses menyusui itu kan sadar ya, saat pertama kali menyusui tuh, ada pergolakan gimaaaana gitu di batin. Saya belum nemu sih cara ngungkapinnya, maksudnya, kayak ternyata ada satu fase baru di dalam hidup kita yang harus kita terima dalam hidup kita bahwa momen itu sebetulnya mengubah segalanya.
Cara pandang, pola hidup, dan sebagainya.

ada satu manusia yang baru lahir ke dunia, ga tau apa-apa, dan kalo ga ada kita, dia ga bisa hidup. Hidupnya itu bergantung sama kita. Bukan kepada ayahnya, bukan kepada kakek atau neneknya, bukan kepada siapapun, tapi hanya kepada Ibunya — yang menyusuinya.

Munken itu ya, yang bikin saya kesel tiap kali ada yang ngomong — apalagi lelaki– “yaelah, kerjaan kamu tuh cuma nyusuin doang.”

Coba kalo saya balikin ke yang ngomong, “nih saya kasih bayi ini, kamu bisa ga nyusuin dia sampai dia tidur atau sekadar berhenti menangis?”

pasti dia bingung kan, atau dia jawab “ya kamu kan ibunya, tugas kamu lah buat nyusuin dia.”

Nah, itu tau kan. Menyusui udah jadi sebagian dari ‘tugas’ Ibu yang ga bisa digantikan*
(terkecuali untuk sebagian kasus Ibu yang meninggal dan anaknya tidak bisa disusui oleh Ibu kandungnya)

Belum lagi saat puting lecet,
belum lagi saat puting ‘dimainin’ sama anaknya,
belum lagi saat payudara terasa ‘penuh’ dan akhirnya sakitnya sampai bikin demam,
belum lagi rasa panik waktu pertama kali puting dirasa terlalu kecil dan harus dicubit sebelum dimasukkan ke mulut bayi,
belum lagi saat nanti anaknya tumbuh gigi,
belum lagi tentang menjaga mood agar ASI tetap mengalir dengan derasnya…

terpikirkah hal itu oleh orang yang asal bicara ‘cuma menyusui’?

Menyusui itu bukan ‘cuma’,
menyusui itu menyangkut hidup satu manusia baru yang bergantung penuh,
menyusui itu tentang cinta yang tidak bisa digambarkan oleh seorang Ibu kepada anaknya.
menyusui itu membangun dan membentuk.
menyusui itu menghidupkan.
menyusui itu tentang keikhlasan lahir batin.
menyusui itu memberikan rasa paling nyaman.
Jadi jangan anggap itu hal ‘cuma’ yang sembarangan.

Cuma saya saja, atau di luar sana banyak saya – saya yang lain? 🙂

Love,
Ibu Chacha

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com