Browsing Category

random thought

life random thought Uncategorized

Sebuah Lompatan

Banyak yang bilang, dalam hidup ada satu masa di mana kita akan melompat dari satu tempat ke tempat lain yang akhirnya membawa kita ke tempat di mana kita berada sekarang.
Dengan satu lompatan itu, kita akan mengubah segalanya.

Buat saya, lompatan itu ada… ketika saya memutuskan untuk berjilbab.
Selain karena keinginan dari hati dan sadar akan kewajiban, saya memang sempat bernazar akan berjilbab kalau saya diterima kerja di sebuah stasiun televisi terkemuka yang kantornya di Tendean. Siapa yang nggak tau?
Iya, mimpi kecil saya adalah untuk bekerja di sana.
walaupun akhirnya nggak bertahan lama karena satu dan lain hal, tapi pengalaman saya cukup baik di sana, karena bakat yang nggak pernah saya tau sebelumnya ditemukan di sana oleh Chief-nya sendiri yang sekarang sudah memiliki stasiun televisi sendiri. Beliau yang melihat kemampuan saya di bidang digital dan social media.

Tapi di sini saya bukan mau membahas itu, saya ingin membahas lompatan besar yang saya lakukan ketika saya keluar dari zona nyaman dengan pergaulan itu itu saja dengan pakaian mini dan akhirnya memutuskan berjilbab.
Karena seringkali, saya merasa bahwa kalau saat itu saya masih dengan gaya hidup yang sama, saya nggak akan ke mana-mana. Saya akan di situ saja bersama teman yang lain, update status sedang coba club satu atau beer house yang baru buka. We never knows kalau ternyata saya mungkin lebih gemilang tanpa jilbab, tapi takdir saya rasanya bukan di situ.

Jalannya sekarang dari berjilbab membawa saya ke tempat di mana saya lebih dihargai, dinilai bisa memberi inspirasi lewat celoteh dan tulisan, atau sekadar postigan di Instagram.
kasarnya, kalau nggak berjilbab, saya nggak akan di sini sekarang.
Jadi fashion editor di majalah muslimah, berkenalan dengan designer, dan akhirnya memiliki brand sendiri yang masih kecil sekali tapi saya usahakan untuk besar suatu saat, In Shaa Allah.

Dari lompatan itu saya mengenal dan dikenal banyak sosok, dipercaya untuk jadi bagian dalam sebuah brand campaign,  bahkan sekarang dipercaya untuk membesarkan nama usaha yang dirintis teman kecil saya waktu di bangku putih biru.

Kita selalu punya pilihan untuk menjalani hidup dan berbahagia dengan cara sendiri, asal semuanya betul betul dari hati.

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

life random thought Uncategorized

Menulis Dengan Jujur

Saya tipe orang yang senang sekali berbagi, apapun itu.
Beberapa dari teman saya bilang, dari tulisan saya itu kelihatan sekali mana yang saya tulis saat sedang happy dan mana yang saya tulis saat sedang tidak enak hati.
Menulis hal hal jujur mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi saya.
Sampai satu hari saya terpikir bahwa saya harus berhenti menuliskan yang membuat hati orang lain miris membacanya dan menulis lebih banyak lagi tentang kebahagiaan.
Tapi ternyata saya salah,
Dari setiap tulisan yang dibuat seseorang itu pasti ada alasannya, yang paling sederhana adalah ia ingin berbagi.
Mungkin ceritanya bisa menginspirasi orang lain,
mungkin ceritanya bisa menyentuh hati,
mungkin ceritanya bisa menguatkan,
mungkin ceritanya bisa melegakan dirinya sendiri
mungkin ceritanya bisa membawa kebahagiaan bagi yang membaca.
Dan jutaan kemungkinan lainnya…

Seperti halnya kebahagiaan yang kadang disimpan seseorang demi menjaga hati orang lain, begitu pula kesedihan yang mungkin kadang perlu dibagi agar bisa meringankan.
Karena bagi saya, menulis tentang kepedihan bukanlah perkara ingin belas kasih…
menulis tentang hal yang melulu membahagiakan juga bukan untuk meninggikan diri sendiri.

menulis dengan jujur, bukan hanya tentang ingin berbagi tapi juga berdamai dengan diri sendiri.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
life random thought Uncategorized

Tentang Ekspektasi Tinggi

Beberapa waktu lalu, saya book marathon. Baca buku, novel tepatnya, non-stop. Sekitar 4 novel cecintaan yang saya baca.
Sampe akhirnya buku itu selesai saya baca, bukannya dapet inspirasi dan sebagainya, saya malah jadi banyak mikir.

Selama ini, kita–perempuan, seringkali memang “kemakan” sama apa yang kita baca dan apa yang kita lihat, terutama dari film romantick comedy hollywood. Sampai akhirnya kita semacam menciptakan pattern sendiri, dan menetapkan standar. Mulai dari pria yang kita kencani, seperti apa kita diperlakukan, apa yang harus kita pakai, bagaimana hubungan itu harus dimulai dan bagaimana itu seharusnya berakhir, dan sebagainya … dan sebagainya.

Akhirnya, saat semua gak sesuai dengan apa yang kita harapkan, yang kita atur sedemikian rupa gak berjalan mulus seperti apa yang kita kira, kekecewaan yang muncul akan berkali lipat. Bisa menyalahkan orang lain, dan yang paling sering terjadi adalah menyalahkan diri sendiri.

beberapa hal yang saya pelajari lagi akhirnya di umur yang masuk ke angka 26 di 27 Juli nanti adalah…

Berharap boleh, tapi harus siap dengan segala risiko di belakangnya kalau ternyata kenyataannya ga sesuai.
Mengandalkan orang lain untuk memulai duluan, untuk menyenangkan kita, untuk melakukan apa yang kita mau adalah sebuah kesia-siaan. Kita harus tetap memulai dari diri sendiri dulu, dan mengandalkan orang lain adalah gerbang utama yang menuntun kita ke kekecewaan satu dan lainnya.
Standar yang kita ciptakan boleh tinggi, tapi ketika yang kita dapat di bawah dari yang kita terapkan, bukan berarti hal itu tidak patut dihargai.
what goes around comes around itu sangat betul adanya.

yah, gitu deh..
Jam segini nge-blog buat curhat, gapapa ya?

Selamat beristirahat!

Much Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
#BBLOGID parenthood random thought Uncategorized

Serunya Jadi Seorang Ibu

Jadi Ibu tapi penampilan harus tetap nomor satu!



Kita, sebagai perempuan yang telah menjadi Ibu, biasanya berubah menjadi sosok yang apa-apa mendahulukan kepentingan anak dibanding kepentingan sendiri. Semua peralatan dan keperluan anak saat bepergian tidak ada yang boleh tertinggal.


Hingga kadang kita melupakan kebutuhan kita sendiri. Misalnya saat butuh pertolongan pertama saat nyeri haid, walaupun mudah di dapatnya di mana-mana apalagi super market yang ada di mall, saya tetap sedia Feminax di pouch kesayangan milik saya.

Ini terjadi karena pernah suatu kali pergi, semua keperluan Binar seperti hand sanitizer, tissue basah saat sedang flu, tissue basah untuk lap tangannya ketika selesai makan, tissue basah untuk lap barang barang di sekitar Binar dan juga Lucas Papaw kalau tiba-tiba si anak digigit serangga atau memar karena menabrak sesuatu. Semua saya bawa dalam tas, tidak ada yang tertinggal. Tapi saya lupa kalau saat itu saya sedang haid hari pertama di mana perut mulai kram dan pinggang rasanya mau copot.

Harus dorong stroller dan kadang menggendong pula! Duh, nightmare dikali dua.
Untung Feminax ini mudah sekali dicari dan didapatkan, maka langsung aja saya minum saat itu setelah beli di supermarket.

Semenjak hari itu, saya ga pernah lagi kehabisan stock Feminax di pouch. Selalu siap sedia di dalam tas berbarengan dengan peralatan penting lainnya.

Semenjak menjadi Ibu, saat nyeri haid datang itu jelas ngga bisa dimanja-manja untuk hanya tidur tidur malas di kasur, tapi masiih banyak kegiatan beresin rumah yang menunggu. Belum siapin makan anak, nyuapin, kelonin tidur, temenin main dan sebagainya… makanya saat haid datang badan saya selalu saya ajak tetap aktif. Jadi saat haid datang, bukan penghalang untuk mengerjakan ini itu banyaaaak sekali!

Saya juga kadang masih suka olahraga kecil saat haid, karena memang terbiasa untuk nggamemanjakan badan kalau lagi ada sakit yang dirasa sih, juga dibarengi dengan makan makanan yang sehat, di sini dalam artian saya sedang mengurangi banget “jajan”. Jajan bakso, mie ayam dan sebagainya. Mengganti dengan masakan rumahan yang lebih jelas kandungannya hihihi.

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, Ibu ibu ngga usah khawatir, Feminax ini aman sekali kok. Ngga bikin ketergantungan apalagi bikin rahim kering, Feminax ini aman sekali untuk dikonsumsi karena kandungan Parasetamol dan ekstrak Hiosiami-nya itu laah yang menjadikan kombinasi keduanyaefektif banget untuk mengatasi rasa nyeri, pusing dan  juga rasa mulas yang kadang timbul pada waktu haid. Begitchu 😀

Kalau Ibu-ibu ada yang ingin berkonsultasi pun, Feminax menyediakan wadahnya lho, bisa banget curhat seputar masalah haid ke http://www.feminaxstayactive.com/ dan juga ke facebook Femii ActiveGirl lalu twitter @FemiiStayactive . Nah, konsultasi deh di situ sepuasnya! Gratis kok 😀

Much Love,

Ibu Chacha.



Feminax Stay Active 

 Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
random thought Uncategorized

Bersedihlah.

Katanya manusia tidak boleh terlalu lama memendam rasa sakit,
mengenang satu cerita yang sangat pahit,
atau sekedar berlama-lama membahas cinta yang tak selesai.

Entah siapa yang membuat aturannya, tapi rasanya setiap ketabahan pasti berbeda berdiam di dalam hati manusia.
Buat saya, bersedih-sedih akan banyak hal seharusnya memang butuh waktunya sendiri. Apakah itu perlu waktu lama, atau sesebentar mungkin.
Karena katanya lagi, manusia itu perlu waktu untuk berdamai dengan masa lalu. Sedang yang sering kita lupa adalah kita belum berdamai dengan diri sendiri, tapi sudah sibuk membenahi yang padahal telah lama usai.

Kadang kita menangisi yang tak sempat selesai,
memikirikan bertahun-tahun hal yang kita belum sempat kita mulai,
kadang kita berlarut-larut di kesedihan yang sama setiap hari,
menyesali kesalahan kesalahan yang mungkin terhadap orang lain kita sudah termaafkan, tapi tidak oleh diri sendiri.
Tentang ketidaksetiaan,
Tentang rasa bersalah,
Tentang sesal,
bersedihlah…
Bersedihlah sampai kau memaafkan dirimu sendiri karena pernah melakukannya.
Lalu buat catatan untuk diri sendiri agar memaksa jadi bentuk yang lebih baik.

Bersedihlah atas hal hal yang tak sempat terselesaikan dengan benar, walau ada air mata di sana.
Bersedihlah ketika ternyata kau sedang ditinggalkan, dan tak sempat memintanya untuk tetap ada.
Bersedihlah saat cintamu tidak lagi berbalas, atau keberadaanmu tidak lagi diinginkan.
Bersedihlah selama waktu yang kau butuhkan.
Tidak perlu memaksakan agar selalu baik-baik saja.

Tapi lalu bangkit lagi, ketahui bahwa entah kapan, akan datang seseorang yang membantumu melewati semuanya. Yang menawarkan seluruh hidupnya bahkan saat kau hanya perlu sepasang tangan untuk saling genggam.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
random thought Uncategorized

Been A Long Time

Sudah lama sekali sejak novel pertama saya diterbitkan di Desember 2012.
Walaupun sampai beberapa hari lalu saya masih terima royalti dari penjualannya, rasa kangen akan menulis sebuah cerita selalu jadi angan-angan yang ingin saya wujudkan di tahun ini.
Hingga saat ini, saya sedang duduk di satu coffee shop favorit saya di daerah Sabang, saya ingat sekali pertama kali menulis adalah di sudut tempat ini dengan mengumpulkan segenggam inspirasi.

Semoga kali ini saya bisa menulis lagi dengan lebih baik, dan menerbitkan novel lagi di tahun ini dan banyak yang baca. Aaminnn!

Best,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
random thought sharing Uncategorized

Insecure itu Perlu.

Insecure itu perlu.
Benar kah?

Loh, kok saya kedengaran nggak yakin sama judul sendiri, ya.
Ya gitu, namanya juga lagi insecure :))

Begitulah. Belakangan saya ini kayak lagi diganggu sama pikiran sendiri.
Saya insecure atas banyak hal; sebagai orang tua, sebagai istri, sebagai anak, sebagai teman, sebagai pekerja… sebagai diri saya sendiri.

in·se·cureˌinsəˈkyo͝or/adjective1.
(of a person) not confident or assured; uncertain and anxious.
“a top model who is notoriously insecure about her looks”

synonyms: unconfidentuncertainunsuredoubtfulhesitantself-consciousunassertivediffidentunforthcomingshytimidretiringtimorousinhibitedintrovertedMore

2.
(of a thing) not firm or set; unsafe.


Saya bahkan sempat menembak satu pertanyaan ke suami : “Aku udah cukup belum sih buat kamu?”
Pertanyaan paling insecure yang pernah saya lontarkan sepanjang kami bersama hampir lima tahun.
saya insecure sama badan saya sendiri, saya ngerasa terlalu gemuk.
saya insecure sama muka saya sendiri, saya ngerasa bekas jerawat ini mengganggu sekali.
saya insecure sama pekerjaan saya, saya ngerasa nggak bisa melakukan yang terbaik dan harus punya sesuatu yang lebih lagi, melakukan yang lebih lagi.
saya insecure sama pola asuh yang saya terapkan ke anak saya, saya ngerasa kurang becus.
dan sebagainya dan sebagainya.

banyak orang yang saya “tembak” dengan pertanyaan ini.
“menurut lo gue punya bakat nggak sih?” — kurang insecure apalagi saya atas diri sendiri sampai menyampaikan kalimat itu.

Ada yang menjawab saya memang setengah-setengah. Dalam pekerjaan, dalam apapun yang saya lakukan sehingga hasilnya nggak maksimal.
Ada yang jawab, “nggak kok.”
Ada yang jawab, “Cha, udahlah kamu tuh udah cukup banget.”
dan jawaban dari suami saya adalah… “Ibu sayang hati hati kufur nikmat yah..”

Mau tau nggak, saya ini.. kenapa bikin novel dulu?
Sebenernya atas dasar saya insecure, bedanya dulu saya akhirnya termotivasi dari sini.
Saya itu dulu ngerasa nggak punya karya apa-apa, karena saya melihat dua orang mantan pacar suami saya sekarang adalah orang dengan karier yang menurut saya cemerlang. Buat saya, mereka berdua perempuan sukses. Saya iri? Nggak, saya termotivasi saat itu karena saya nggak punya apa-apa. Saya cuma anak kuliah yang baru lulus dan lagi pacaran sama anak band.
Kebisaan saya cuma menulis. Menyampaikan sesuatu dengan cukup baik. Udah. Itu aja.
Akhirnya saya tekuni dan jadilah satu novel, satu cerpen yang masuk kompilasi, dan puluhan puisi yang dinikmati banyak orang lewat berbagai media.

Sayangnya sekarang perasaan itu datang lagi.
Sampai tadi, saya bertemu seorang teman. Yang lebih berpengalaman dan pastinya pernah mengalami ini sebelumnya.
Menurut beliau, saya sudah cukup. di umur sekarang, saya punya brand yang sedang saya rintis, menulis artikel fashion dan menjadi seorang blogger yang tulisannya cukup banyak yang baca.
Bagi orang lain itu cukup. Sayangnya buat saya, itu belum juga.
Kata seorang teman lagi, insecure memang perlu agar bisa memotivasi untuk lebih baik lagi. Iya, saya setuju.

Sampai akhirnya, saya menemukan jawaban atas pertanyaan sendiri.
Jangan jangan, saya ini terlalu banyak membandingkan. Kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain, yang kita lihat sendiri sehari-hari atau dengan maya di social media.
kehidupan-kehidupan yang seolah sangat sempurna dengan segala suka citanya, yang padahal kita tidak tahu seperti apa sesungguhnya dibalik itu semua.
Akhirnya saya sadar, bahwa sampai kapanpun dengan membandingkan memang tidak ada habisnya. mengikuti arus yang malah membawa kita hanyut, lalu kehilangan diri sendiri.

pernahkah kalian melempar pertanyaan pada diri sendiri seperti saya sekarang,

jangan jangan kita bukannya kurang bahagia, tapi kita ternyata kurang bersyukur?

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
a moment to remember life random thought sharing Uncategorized

Terima Kasih, 2015!

Seorang teman pernah bilang, kalau satu hari saat kita sedang sedih dan hari begitu berat, 24 jam akan terasa lama sekali. Tapi kalau kita menoleh sebentar ke belakang dan melihat ratusan hari lainnya dalam hitunga tahun, maka ternyata banyak sekali hal besar yang pernah kita lewati. Yang kadang bahkan kita merasa tercengang bisa melaluinya.

2015 adalah tahun yang cukup membuat saya belajar.
Belajar jadi anak yang semakin berbakti untuk orang tua.
Belajar jadi Ibu yang serba bisa dan diandalkan keluarga.
Belaajar jadi istri yang tulus ikhlas mendampingi dan menyenangkan suami.
Belajar jadi pekerja yang rajin, giat dan tidak mudah menyerah dalam melakukan sesuatu.
Belajar menulis yang lebih bagus lagi, menghasilkan yang lebih baik lagi,
dan lain lain, dan lain lain.

2015 ada tanggung jawab baru yang harus saya dan suami pikul, yang mungkin dirasa Tuhan kami mampu maka itulah hal tersebut dilimpahkan pada kami. Sampai “habis-habis”an kami mengusahakan, asal orang tua senang.
Tapi dari situ kami belajar, akan tanggung jawab dan juga belajar untuk tidak pamrih, tidak mudah mengeluh dan terus berjalan.
2015 kami hampir menyerah, tapi kami bahkan bangkit lagi dan seolah jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
2015 kami berusaha lebih giat, memenuhi kebutuhan yang tidak sedikit, tapi Tuhan selalu bukakan pintu rejeki begitu lebar bagi kami agar lebih mudah satu persatu. Alhamdulillah.

Dulu, resolusi saya di 2015 adalah menulis novel ke dua. Tapi ternyata kejutannya saya malah membangun clothing line dengan label nama saya sendiri.
Resolusinya kami pamit dari rumah orang tua, tapi kejutannya lain lagi. Alhamdulillah.
Resolusinya menabung sebanyak-banyaknya, tapi kejutannya pun lain pula. Tak apa.
Tuhan pasti sudah persiapkan semuanya 🙂

Tapi beberapa barang yang menjadi incaran dan penyokong untuk bekerja lebih giat sudah di tangan, berkat kepercayaan beberapa klien yang campaign-nya melibatkan saya, Terima kasih ya kalian 😀
Lalu saya banyak terlibat pekerjaan dengan orang-orang baru, menambah daftar teman baru, atau yang bahkan sudah lama tidak bertemu malah jadi bersilaturahim lagi.
Anak dan suami yang selalu support apapun yang dikerjakan Ibunya, Binar yang semakin lucu, sehat dan pintar dengan kejutan-kejutan setiap harinya yang biasa kalian lihat di video instagram yang saya unggah.

Resolusi saya mudah saja,

  • merapihkan layout blog yang sudah dalam penanganan orang yang terpercaya
  • menulis lebih banyak
  • membaca lebih banyak
  • meluangkan waktu lebih banyak untuk Binar
  • memanjakan diri sendiri dengan membeli semua yang ada di ‘to buy list’ di 2016
  • dan mengurangi penggunaan gadget selama berada di dekat anak.
  • yang satu ini juga harus mudah, dan semoga dimudahkan : punya rumah sendiri :”)
Bye, 2015…
Ternyata saya mampu juga melewati kamu dengan mulus dan baik-baik saja, walau sempat babak belur tapi di penghujung akhirnya saya pulih dan melompat lebih tinggi lagi.
Kelelahan sepanjang tahun ini akhirnya bisa saya nikmati dengan senyum tulus ikhlas.
Saya rasanya sudah siap menyambut 2016 dengan segala apapun di dalamnya,  mulai drama ngehek dari pihak manapun atau kejutan paling memabahagiakan sekalipun.
So…
Welcome 2016!
Much Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

life random thought Uncategorized

Tentang Merindukan Kesederhanaan

Pernah nggak sih, kalian ngerasa lelah atau capek yang bukan capek badan gitu, lho. Capek aja bawaannya, dengan banyak hal… atau ternyata dengan pikiran kita sendiri. Kita capek mikirin banyak hal—yang sudah kejadian, yang belum dan yang masih diangan-angan… mengapung di pengharapan.
Saya mungkin sedang, dan akhirnya mencoba break sebentar. Pencari pelarian dengan me time—yang saya harapkan bisa menjadi pemulih segala kebosanan.
Belum lama ini saya ketemu sahabat saya dari kuliah, kami ngobrol cukup lama. Soal cinta, hidup, rejeki dan takdir. Berat, ya? Nggak, kok.
Saya mungkin malah memang perlu diajak bicara seperti itu, yang selalu dengan orang yang sama yang selalu mengingatkan saya akan kesederhanaan.
Kami ngobrol sampai bertemu konklusinya, dan saya merasa ‘pulih’.
Kami bicara dan saling mendengarkan, kami melupakan gadget masing-masing, kami saling ‘menyembuhkan’.
Saya ternyata sedang lelah bertemu dengan yang membahas tas baru apa yang saya pakai,
Kamera apa yang sedang hype dan dipakai para bloggers.
Membahas arisan ini dan itu dengan nominalnya yang luar biasa,
Atau suami Si A pekerjaannya apa, atau akan liburan akhir tahun di mana.
Saya lelah dengan segala yang menonjolkan bermewah-mewah. Saya rindu kesederhaan.
Keluarga saya bukan dari yang serba ada, kami hanya cukup. Pun suami saya, tidak mengajarkan untuk berlebih-lebih dalam penampilan. Seadanya saja.
Saya pernah mencoba menyeimbangkan gaya hidup teman-teman yang baru saya kenal—mulai dari pakaian, sepatu, tas, bahkan make-up dan skincare. Biar nyambung diajak ngomong, hasilnya? Capek.
Saya nggak sebutuh itu ternyata. Saya nggak puas juga ketika sudah dianggap seimbang. Saya cuma dapat label baru dan yah… udah. Sampai situ aja.
Akhirnya saya ngerti, segala sesuatu itu memang sudah sesuai porsinya.
Memakai atau melakukan sesuatu hanya untuk mencari impresi orang lain pada akhirnya hanya akan membuat kita kehilangan diri sendiri.

Sekarang saya ngerti 🙂




Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
random thought sharing Uncategorized

Tentang Kebahagiaan

Katanya bahagia itu sederhana.
Kadang hanya dengan sebuah senyum dari orang tersayang,
Kadang hanya dengan sebuah pesan dari orang yang kita tunggu,
Kadang segelas kopi atau secangkir teh,
Kadang hanya satuan waktu untuk merebahkan diri tanpa melakukan apa-apa.
Kadang juga berupa tas atau sepatu mahal, tas lansiran desainer atau makanan mewah.
Tidak ada yang paham betul takarannya. Setiap manusia dipuaskan dengan kadar yang berbeda-beda dan saya setuju.
Kadang bahkan kita melakukan sesuatu yang membahagiakan orang lain lalu menyampingkan diri kita sendiri.
Kita lupa bahwa kadang untuk membahagiakan orang, kita harus lebih dulu merasa bahagia.

(*ps: tulisan ini mungkin akan saya update terus. apa apa saja di dalamnya yang akan saya ceritakan)

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com