Browsing Category

tentang Binar

#BedaAnakBedaPintar life parenthood tentang Binar Uncategorized

Mellow Mommy Moments

Dari kecil,
Setiap kali saya ditanya apa cita-cita saya, saya selalu jawab; “Mau jadi sutradara…”
Saya nggak punya cita-cita seperti beberapa teman lain yan ingin jadi dokter, pilot atau guru.
Lucunya, orang tua saya juga nggak pernah tuh secara langsung atau tidak langsung “mengecilkan” cita cita saya.
Mungkin karena lihat basic pekerjaan Papah saya yang berkutat di bidang serupa.
Mereka cuma menyampaikan apa tanggung jawabnya kalau saya akhirnya berhasil mencapai cita-cita yang saya tinggikan itu.
“Nanti kalau jadi sutradara, waktu buat keluarganya susah lho…”
“Kalau mau jadi sutradara, cari suaminya yang ngerti kerjaannya ya, jadi ga sering berantem”
dan lain lain, dan lain lain.

Makin dewasa saya akhirnya makin mikir realistis, kalau yang disampaikan sama orang tua saya ada benarnya. Pekerjaan sebagai sutradara yang tidak mengenal pagi atau malam tentunya tidak bisa oleh saya dijadikan profesi yang diseimbangkan juga sebagai ibu rumah tangga.
Akhirnya saya meredam jauh cita-cita itu dan memutuskan untuk menekuni dunia tulis menulis.
Yang akhirnya berhasil membawa saya menelurkan novel dan kumpulan cerpen bersama teman-teman lainnya.
Pertanyaan saya belakangan ini, bisakah saya jadi orang tua yang mengarahkan atau minimal menemani anak tumbuh bersama cita-cita yang ia tinggikan nanti?
Bisakah saya sebijak orang tua saya dalam membimbing?
dan sederet pertanyaan lain.
Tapi akhirnya saya “nyasar” di Procal Parenting Club, kalian bisa check web nya di : https://www.progoldparentingclub.co.id/bedaanakbedapintar/

Di sana saya jadi merasa terbantu dengan ngeliat video anak anak yang punya kemampuan kecerdasan masing-masing yang berbeda. Saya jadi bisa lebih pintar mencari apa yang menjadi interest-nya Binar dan saya kembangkan. Belakangan Binar lagi seneng banget joget dan dengerin musik, saya jadi lebih sering memutarkan Binar lagu-lagu dengan irama yang bisa bikin dia nge-dance hihihi

di website https://www.progoldparentingclub.co.id/bedaanakbedapintar/ dengan 4 video masing masing kepintaran anak, dijelaskan juga observasi kepintaran yang mungkin belum kita “pelajari” sebelumnya.  And that’s make me really happy and enjoying motherhood :’)

Lalu kita bisa “terjun” langsung untuk untuk mengobservasi kira kira anak kita lebih cocok di kelas apa sih untuk mengembangkan kepintarannnya itu. Dengan menjawab berbagai pertanyaan yang bisa kita sesuaikan dengan pengalaman kita dengan anak selama ini. Nantinya jika sudah selesai akan keluarlah hasil dari observasi itu. Voilaaaa! ketahuan deh anak kita pintarya bisa semakin di asah ke arah mana. Seruuu!

Selamat mencobaaaa buibuk!

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
ELC parenthood tentang Binar Uncategorized

Binar dan Mainan.

Haloooo!

Dulu, sebelum saya punya anak. Waktu saya masih ajak main keponakan saya, Alula, rasanya gatel banget pengen beliin mainan terus. Jadi setiap kali pergi, bahkan sampe sekarang, saya cukup sering beliin Alula mainan.
Bedanya, dulu saya langsung beli. Ga pake mikirin;
apa mainannya bagus untuk tumbuh kembangnya?
apa mainannya tahan lama?
apa mainannya membantu motorik Alula?
apakah mainannya worth the price?




Pokoknya saya cuma beli. Sampe sekarang saya punya anak, saya baca banyak baca dan saya banyak tau.
Sampe akhirnya saya nemuin satu hal yang sejujurnya semacam guilty pleasure buat saya;
Mainan untuk Binar. Mainan yang bener-bener sesuai umur dan fungsinya, mainan yang tahan lama, mainan yang harga dan kualitasnya memang sepadan dan yang penting membantu motorik halus untuk Binar.

Ada satu mainan Alula yang ‘dilungsurkan’ ke Binar, stack berbentuk seperti donat yang disusun-susun. Alula dapet itu dari sodara, yang pas iseng iseng saya check harganya ternyata harus extra dari budget yang biasa saya keluarkan untuk mainan, karena keluaran brand ELC.
Saya bahkan sempat bilang ke kakak saya, mainan Alula yang stack ini jangan sampe rusak, simpenin  buat anakku nanti. Eh bener aja, mainannya awet sampe sekarang Binar yang seneng banget mainin.
Mungkin ada yang pernah lihat di Instagram saya Binar main berdua Ayahnya.

Dulu juga saya ada rasa takut masuk ELC, gatau kenapa. Mungkin karena orang bilang barangnya memang bagus banget tapi ya itu tadi, harus extra di budget.
But you know, tak kenal maka tak sayang toh?
Saya penasaran, akhirnya saya mampir ke ELC Grand Indonesia, biasanya ke sana cuma untuk beli kado, karena saya pikir Binar masih cukup mainan dari kado dan dari lungsuran kakak sepupunya. Anak umur belum setahun waktu itu mau main apa sih? Paling bola dilempar-lempar.
But then i was wrong.
Saya lepas Binar di area bermain di area “Playtime” yang disediakan ELC memang untuk anak anak yang datang bisa mencoba langsung, and she is so happy!

Ternyata,

Di ELC itu semua mainan bisa dibuka, dicoba dan dimainkan dulu, jadi gak ada deh yang namanya salah beli atau mainannya gak cocok buat anak kita. Saya sempet agak-agak “amaze” sih karena kan kalo di tempat lain kita gak bisa begini, bahkan SPGnya suka ngeliatin terus kan curiga kita mau buka…hihi
Daaaan…
Pas ngobrol sama SPG disini sangat komunikatif, saya banyak dikasih tau kalo ELC itu mainannya dirancang untuk anak mulai usia 0 – 8 tahun buat membantu motorik halus dan kasar. Material yang tersedia disini juga dijamin keamanannya, gak beracun, gak ada ketajaman, dan tahan banting! Ini nih yang terpenting. hahahhaha! Karena ya namanya anak anak, ada kalanya mainannya yang harusnya didorong malah dibanting, yang harusnya dilempar malah dimakanin. *krayyyy*
jadi yaaah mempertimbangkan itu semua, itu lah alasan saya anggap “gapapalah mahal sedikit, namanya juga buat anak.”

Walaupun dalam hati saya tau saya harus meredam hasrat belanja skin care dan lipstick dan disisihkan untuk beli mainan Binar saat keluar dari ELC ini hahahahaha.
Btw, keseringan bolak balik ke ELC, akhirnya SPG di sana mulai hafal sama muka Binar, jadi kalau dateng dan main ke sana, Binar udah kayak di rumah sendiri :))




Binar sekarang lagi seneng banget main di Activity Table ELC yang jadi pilihan kami, nanti saya share di Instagram deh videonya hihihi.








Yah, jadi begitu ya ibu ibu. Dulu saya sering mencibir ke mereka yang beliin anaknya mainan dengan harga extra, tapi saya padahal ga paham alasan mereka dibalik itu semua. Mungkin memang niatnya sama kaya saya, bantu anaknya bermain sambil mengembangkan dengan baik motorik kasar dan halusnya. Binar jadi bisa melakukan sesuatu yang baru yang dia pelajari sendiri dari mainan yang saya kasih, disamping itu juga saya dari Binar 4 bulan memang membiasakan dia untuk dibacakan read along play book sebelum tidur, jadi stimulasi ke otaknya pun seimbang.

So what’s your favorite parenthood things so far? Saya ternyata selain nyusuin, saya seneng nemenin dan perhatiin Binar kalau lagi main 🙂

Peluk cium,
Ibu Chacha.


Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
a moment to remember parenthood tentang Binar Uncategorized

A Moment to Remember : Binar 1st Birthday

This is a little present for you, my dearest Binar…

Hal yang paling tidak terasa berlalunya adalah waktu, 
yang paling bisa kita simpan pun hanya kenangan dalam ingatan. 
Satu tahun lalu, 
Ibu mengulang apa yang di rasakan Nenek saat Ibu akan lahir; 
pertaruhan nyawa untuk tetap hidup atau tidak membuka mata lagi sama sekali. 
Kalau bukan cinta, entah apa sebutannya untuk hal yang begitu menguatkan. 
Tangismu pecah, 
berhasil keluar dari ruang sempit rahim Ibu tepat pada waktunya. 
Ternyata kehidupan sesungguhnya justru baru dimulai saat kamu lahir, 
diiringi merdu adzan dari Ayahmu. 
Beliau menunggu dengan haru sambil tak pernah lepas memegang tangan Ibu dan berbisik, “I Love You. I Love You, Sayang. Aku temenin Ibu terus di sini.” 
Jeda sebentar lalu malaikat kecil ditempelkan ke dada Ibu, 
saat itu Ibu tau ada kamu yang menggantungkan hidupnya pada Ibu. 
Yang rasa haus dan laparnya hanya bisa Ibu yang berikan, 
yang rasa nyamannya hanya dengan sebuah pelukan. 
Satu tahun pertama ini Ibu pikir Ibu yang akan mengajarkan banyak hal, 
tapi ternyata justru kamu yang mengajarkan jauh lebih banyak lagi pada Ibu. 
Tentang sabar, 
Tentang rasa percaya, 
Tentang tanggung jawab, 
Tentang amarah dan air mata, 
Terutama tentang cinta. 
Mungkin semua yang kami berikan tidak akan pernah cukup, 
tapi semoga Binar selalu ingat bahwa Ayah dan Ibu selalu berusaha semampunya. 
Allah begitu baik menghadiahkan Binar untuk Ayah dan Ibu setahun lalu, 
dengan sehat dan sempurna. 
Mata yang bersinar, bibir tipis dan hidung mungil yang lucu. 
Tidak bosan kami pandangi hingga saat ini, 
sungguh kamu mahkluk paling cantik yang pernah kami miliki. 
Selamat ulang tahun yang pertama, Alana Binar Putri Nugraha. 
Semoga perlindungan Allah senantiasa bersama kamu, 
tumbuh jadi anak sehat dan bahagia, 
kuat iman dan Islam-nya, pandai bersyukur, 
dan menjadi apa yang kamu mau dan cita-citakan nanti. 
Ayah & Ibu selalu di sini melihatmu tumbuh, 
mendoakan dan mengupayakan yang terbaik. 
Percayalah, Ayah & Ibu mungkin seringkali gagal dan lalai, 
tapi kami tidak akan pernah berhenti belajar dan mencintai kamu dengan sebaik-baiknya. 

Love,
Ibu.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com

#BedaAnakBedaPintar a moment to remember daily routine Indonesian Hijab Blogger inspiring life parenthood tentang Binar Uncategorized

Smart in Her Own Way

Salam,

Lagi pengen cerita deh ini mood-nya hari ini :’)

Mamah saya bilang, saya bisa jalan di umur 10 bulan. Dan rasanya itu membanggakan sekali bagi beliau. Setiap kali ada pembicaraan tentang anak, cerita tentang saya tersebut selalu diceritakan ulang oleh Mamah.
Bahkan hingga saat ini. Hingga sudah ada Binar.
Hingga Binar saat ini berusia hampir satu tahun, omongan Mamah tidak berubah;

“Ayo Binar kapan bisa jalan? Ibu dulu dari umur 10 bulan lho…”
“Itu si A udah bisa jalan..”
dan sebagainya, dan sebagainya.

Lalu saya terusik, nggak? Awalnya iya. Ada sedikit kekecewaan yang timbul saat usia 10 bulan Binar baru mahir berdiri sendiri tapi belum berani melangkah. Kekecewaannya jelas karena saya punya ekspektasi Binar akan seperti saya. Pada kenyatannya, belum tentu.
Salah Binar nggak? Nggak dong.
Saya mungkin salah sedikit karena berekspektasi agak tinggi, tapi ya namannya orang tua, apa sih yang diharapkan kalau bukan anaknya tumbuh sehat, pintar dan membanggakan? Ada satu hal yang kadang kita lupa, agar anak tumbuh bahagia.  *DHEG!*

Dari hasil browsing, saya akhirnya mendarat di website milik Thomas Armstrong, Ph.D, beliau adalah Director of American Institute of Learning and Multiple Intellengence Expert, USA. Web selengkapnya bisa kalian lihat di sini : http://institute4learning.com (Selamat membaca!)

Di situ pula disebutkan tentang penilitian seorang Profesor di Harvard University, yakni Profesor Howard Gardner yang mengemukakan tentang ragam kepintaran anak. Menurut beliau, kepintaran anak dibagi ke dalam 8 kategori utama yakni: Word Smart (Kecerdasan Linguistik), Number Smart (Kecerdasan Logika dan Angka), Picture Smart (Kecerdasan Visual dan Spasial), Music Smart (Kecerdasan Musik), Body Smart (Kecerdasan Gerak Tubuh), People Smart (Kecerdasan Interpesonal), Self Smart (Kecerdasan Intrapersonal) dan Nature Smart (Kecerdasan Naturalis) –kalian bisa langsung baca di website yang saya attach di atas untuk lebih lengkapnya.

Dari situ lah saya sadar, mungkin Binar belum di tahapnya untuk pintar menggerakan anggota tubuhnya seperti berjalan lebih dulu, tapi dia tahap kecerdasan linguistik atau word smart, hal ini biasa ditunjukkan Binar dengan menirukan suara atau apa yang dikatakan Ayah dan Ibunya, walaupun dengan celoteh yang belum kami mengerti dan menggunakan “bahasa bayi”, tapi kami paham bahwa it’s the way she wants to tell us bahwa dia mengerti yang kami sampaikan. Binar suka banget kalau dibacakan buku cerita, favoritnya adalah Snow White. Setelah buku selesai dibaca biasanya Binar bereaksi dengan tepuk tangan :’)
Lalu Binar juga sudah di tahap music smart, di mana dia merespon dengan sangat baik atau bahkan joget ketika dengan alunan musik dari mainan miliknya atau ketika Ayah Ibunya nyanyi.
Bahwa ternyata banyak kepintaran lainnya yang setiap anak miliki dan itu berbeda-beda di setiap anak, jadi menurut saya sih, kalau satu anak ngga bisa melakukan satu hal atau berbeda dengan yang lain bukan berarti dia nggak pintar. Dia mungkin pintar dengan caranya sendiri 🙂

Tiap orang tua pasti punya hal yang dibanggakan tentang anaknya, saya aja ga bisa bohongin perasaan sendiri, kemarin di acara Cathy Sharon’s Baby Shower, Binar diminta ikut games, mendorong dan memutar mainan dari yang disediakan panitia, games lucu-lucuan bareng dua anak lain yang usianya lebih besar dari Binar. Saat dua anak lain diam di tempat, Binar malah memainkan mainan yang disediakan dan dimainkan hingga finish line, walaupun cara ga semestinya :)) tapi yang jelas bukan berarti dua anak lain tidak sepintar Binar, mereka pasti unggul pula dalam hal lain. mereka pun diam karena bingung mungkin liat anak bayi lebih kecil mondar mandir sih :)))
 Tapi setidaknya hal itu membanggakan bagi saya, karena akhirnya dia keluar sebagai juara pertama. YEAY! *nyengir lebar*

photo credits to :
– Ari Subono
– Bressiona Chastity
– Ola Aswandi

So, yeah… mungkin itu yang bisa saya ceritakan kali ini. Semoga kita gak hanya ingin anak jadi pintar, tapi juga selalu membantunya untuk menstimulasi agar hasilnya semakin maksimal. Nggak lupa juga untuk selalu mengajarkan anak untuk berbahagia 🙂

Love,
Chacha Thaib

a moment to remember daily routine life parenthood tentang Binar Uncategorized

Thank You, Non.

Salam, semuanya!

Lebaran udah tinggal itungan jari lagi nih, rupanya. Gak kerasa ya?
memang sih, apa-apa yang dijalani dengan senang hati dan tulus ikhlas pasti ga kerasa berlalunya.
Sama kayak pertumbuhan anak, Binar bulan ini udah mau masuk umur 10 bulan. Rasanya baru kemaren nungguin mules kontraksi yang tak kunjung tiba itu. Hihihi.

Tapi kali ini ga mau bahas itu kok, postingan ini rencananya mau cerita sedikit untuk Binar kelak kalau dia berkesempatan baca blog Ibunya yang mau cerita gimana kita ngelaluinnya selama hampir 10 bulan kemarin dari segi betapa Ibunya bahagia punya anak yang ga rewel kalo diajak kerja :’)

as y’all know, Binar kan ga mau ASIP yah.. Jadi dia pasti ikut ke manapun saya pergi — kecuali ke kantor yang jaraknya super deket dan di sana cuma 1-2 jam, saya pasti curi curi pergi kalau dia lagi tidur.
Tapi kalau yang ga pasti akan berapa lama di luar rumah, Binar pasti saya bawa.
Di luar kerjaan saya sebagai fashion editor, sebagai *ehem* blogger yang kadang diharuskan ketemu klien saya kan harus ke sana ke mari, atau memenuhi undangan dari brand A ke acaranya, dsb.
Tapi saya juga pasti hanya ambil kerjaan atau datang ke undangan tersebut yang tempatnya saya pastikan baby friendly dulu, nyaman ga buat anak  saya nanti. Atau perhitungan jam-nya juga harus diatur sedemikian rupa biar jam tidur Binar gak keganggu.

Bisa 1:10 deh yang Binar  kalo diajak kerja tuh agak cranky, itu juga karena jam tidurnya kurang. Jadi kemarin dia vaksin jam 11, setengah 11 dia baru tidur itu pun di mobil, jadi saya dan suami nunggu setengah jam dulu di parkiran sampe kami rasa cukup dulu tidurnya baru deh turun. Sambil turun Ibunya langsung minta maaf ke anaknya hahaha abisan kasian lagi enak tidur jadi keganggu.

Selesai vaksin lanjut berangkat ke FX karena ada kerjaan di sana, kirain di jalan yang cukup hectic dia mau lanjutin tidur, taunya baru mau sampe parkiran dia baru ngantuk. Berhubung mobil berenti, mungkin dia pikir udah sampe, jadi aja dia ga jadi tidur, itu jam setengah satu. Sampe jam dua Binar diajak main sama Ayahnya, keliling mall supaya ngantuk eh ga ngantuk juga :))
Giliran Ibunya udah mau tapping kerjaan baru dia mau nenen dan akhirnya tidur. Selang setengah jam Ibunya kerja dia bangun lagi *EAAAA*
Di jalan pulang pun cukup cranky, ya itu karena kurang tidur hihihi.
Tapi sejauh ini, selama 10 bulan baru kemarin Binar ga beres jam tidurnya. Biasanya super anteng, super menyenangkan jadi partner kerja Ibu :”)

Makasih ya, Non.

Maaf kalau jam tidur Binar kadang suka keganggu sama kerjaan Ibu, tapi selalu ada Ayah dan Nenek yang bantu Ibu buat jagain Non.
Tapi percaya deh, Ibu sama Ayah selalu mengusahakan yang terbaik. Kami tau kami nggak sempurna, tapi kami selalu mencoba dan belajar untuk jadi sebaik mungkin. Karena jadi orang tua itu ternyata adalah proses belajar yang ga pernah selesai.
Ibu yang justru banyak belajar dari kamu tentang kesabaran, dan yang paling utama tentang penerimaan.
Kamu ga pernah merengek untuk dilahirkan, kamu ga bisa milih siapa yang akan jadi orang tua kamu, tapi Allah yang memutuskan Non jadi anak Ayah dan Ibu. Semoga kalau suatu saat kami berbuat salah, seperti yang pernah terjadi 10 bulan belakangan ini, Binar bisa menerima itu semua dengan sabar ya.
Terima kasih sudah jadi anak yang sangat pengertian dengan kondisi kami. Dengan kondisi pekerjaan Ayah dan Ibu yang nggak punya jam pasti.
Yang mungkin suatu saat nanti akan jadi pertanyaan besar untuk Non.. Mungkin Ibu dan Ayah akan siapkan jawabannya dari sekarang 😀

Terima kasih karena sudah menerima dan mengajarkan banyak hal, Nak.

Love,
Ibu dan Ayah yang sayang sekali sama Non Binar.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
life parenthood review tentang Binar Uncategorized

Binar’s New BFF

Haiii!
Tahun ini bakal jadi kali pertama Binar mudik Lebaran. Kami sekeluarga berencana akan ke Ciamis, tempat keluarga besar suami tinggal. Sebenernya udah deg-degan dari sekarang takut repot bawa ini itu, kalo untuk makanan dan mainan Binar termasuk gampanglah. Ada supermarket untuk beli ini itu bahan makanannya, mainan juga ga akan bawa banyak paling beberapa aja yang kecil-kecil.
Nah, untuk tidurnya itu yang tadinya bingung. Baca-baca review sana sini tempat tidur bayi yang bisa dilipat dan nyaman buat bayi akhirnya nemulah keluarannya Graco. Aku pribadi suka yangg Contour Electra ini, warnanya bisa buat cewek dan cowok (jaga-jaga siapa tau Binar beberapa taun lagi punya adek :D)
Beratnya lumayan sih, 14kg, tapi pemasangannya mudah banget. Aku bahkan bisa ngerjain sendiri, karena waktu itu suami lagi ga di rumah. Apalagi memang urusan bongkar pasang aku yang lebih jagoan daripada suami :))

Selain buat tidur, Contour Electra ini juga bisa buat area bermain gitu, tinggal alas tidurnya diturunin ke bawahnya. Makanya ini berguna banget buat saya, tinggal masukin mainan Binar ke dalemnya untuk bikin anaknya sibuk 15-30menit sambil sayanya bisa buka laptop sebentar untuk kerja di deketnya dia.

ini bentuk pertamanya sebelum dibuka.

Biasanya sih setelah main gitu, dia cape sendiri tuh, nah… berhubung ada fasilitas vibrationnya yang bisa diatur kecepatannya, saya sering pake untuk nidurin Binar. Effortless! hahaha. Nanti tiba-tiba dia udah ketiduran sendiri deh.

Contour Electra-nya Graco ini juga ada changing tablenya loh. Dan bisa lepas-pasang dengan mudah, pokoknya untuk Ibu yang kaya saya gini all day without helper, ga sulit kalau lagi mau dipakai atau mau dilepas sesuai kebutuhan. Surprisingly, kalo di kasur Binar bisa ngerangkak sana sini kalau ganti diapers. nah kalau di changing tablenya dia bisa anteng aja gitu nunggu Ibunya selesai. Good job, kid!

Berhubung ternyata anaknya suka dengan apa yang disediakan Ibunya ini, jadinya saya ga ragu lagi lah bawa ini buat mudik nanti. Biar gimanapun, kenyamanan anak kan yang utama ya.. daripada nanti di sana dia susah tidur karena ga familiar dengan tempat dia tidur biasanya. so, yeah… BFF-nya Binar yang baru ini udah pasti saya bawa buat ke Ciamis nanti.

bye now!
Love,
Chacha Thaib

Graco’s Product Review

a moment to remember daily routine life MPASI Binar parenthood tentang Binar Uncategorized

MP-ASI Binar (Part 2)

Hai!

Seperti biasa, anaknya tidur — ibunya nge-blog dong.
Udah makan siang, udah ganti baju karena ga mau pakai bib/slaber — jadi ganti baju tiap habis makan, udah minum ASI, main sebentar lalu tidur siang deh!

Nah, beberapa waktu lalu udah sempet posting tentang persiapan MP-ASInya Binar di sini, kalo sekarang sedikiiit aja mau share Binar udah makan apa aja sih sejak mulai makan pertama kali?

Jadi, waktu awal-awal Binar itu saya kasih makan tepung beras putih, terus snacknya Heinz Biscotti rasa coklat, pisang, apel dan yang original. Lho, Biscotti kan buat 7+? Ini yang bikin rame di Instagram waktu itu sampe diceramahin bawa-bawa WHO :))
Tapi yah.. sebenernya saya cuma ngandelin naluri Ibu aja sih, saya ngerasanya anak saya gapapa saya kasih itu karena sebelumnya dia udah pernah saya kasih Yummy Bites rice crackers rasa pisang and she’s fine. Yaudah, pas dikasih juga ternyata anaknya jago ngunyahnya saya pikir ga ada masalah, dan bener aja sampe sekarang ga ada apa-apa. Tapiiii ternyata dia palign suka rasa apel dibanding rasa coklat 😀

Lalu, mungkin dia bosen kali yah makan tepung beras putih, akhirnya ganti menu jadi beras merah pandan wangi. Saya pake tepung Gasol yang gampang carinya di baby shop atau supermarket. semua dimasak selalu dicampur ASI biar nilai gizinya lebih baik.

Untuk pureè sendiri saya bikin brokoli, wortel, pisang, apel, kabocha, zucchini, kentang dan pepaya. Binar agak ga cocok sama alpukat ternyata, jadi cuma sempet makan tiga hari, setelah itu ganti dengan list buah dan sayur yang di atas. Biasanya, jadwalnya gini :

Bangun tidur : ASI
 jam 7 : Tepung beras
jam 10 : Biscotti
jam 12/jam 1 : pureè buah atau sayur
jam 5/jam 6 : tepung beras

Kadang dia kan udah mulai penasaran sama yang orang lain makan, jadi kalo giliran ibunya makan malem dia suka saya kasih biscotti lagi, cuma dikit aja ga satu keping, biar dia ga penasaran aja :))

Nah, waktu bikin pureè ini saya pakai gear Baby Bullet, karena menurut info ibu-ibu kepakenya cuma bentar, saya urungkan niat beli Phillips Hand Blender, sedangkan Baby Bullet dengan harga ga sampe 500rb bisa dapet banyak paketan lainnya, bahkan ada buku resepnya. Untuk yang ini saya beli di babyzania.com 

biasanya saya kukus atau rebus dulu sayur dan buahnya kecuali pisang karena malah kadang saya kerok langsung pake sendok kalo Binar lagi ga mungkin ditinggal ke dapur, jadi nyiapin yang gampang aja.

Sekarang kan anaknya udah 7 bulan, udah lebih variatif menu makanannya dan mulai bisa makan bubur saring.
Sejauh ini menu makannya baru ayam sama ikan salmon, belum coba daging.

Bubur saringnya Binar isinya :

beras putih – ikan salmon – buncis – wortel – bawang putih iris tipis keci
beras putih – wortel – bayam – fillet dada ayam – bawang putih – kaldu ayam

saya pribadi belum berani cobain kacang-kacangan karena waktu lahir binar sempet alergi kalo saya makan kacang-kacangan. Sedangkan untuk masaknya saya dan suami sepakat Binar belum kenal dulu sama garam karena takutnya nanti sama yang rada hambar dia jadi ga mau, biarin gurihnya dari kaldu aja dulu. Buat menunya sendiri memang belum variatif karena saya juga masih banyak cari-cari resep yang simpel heheheh. Yang mau bagi resep, boleh banget lho!

Waktu itu sempet bikin buburnya pake panci biasa, jadi harus diaduk terus ternyata pegel juga ya! HAHAHA. yaudah yang bisa sambilan aja deh, akhirnya saya pake Takahi Slow Cooker turunan dari kakak saya. Masaknya 4-6 jam, jadi bisa ditinggal ngerjain yang lain deh!

Sebenernya bisa aja sih, rebus nasi, ayam, sayur sayuran terus abis itu diblender pake baby bullet, tapi jadi dua kali kerja ga sih? Nah yaudah akhirnya pakailah si slow cooker ini, kalo masih kurang halus, saya saring lagi pake… hmm.. apa sih merknya, udah dibuang kardusnya kemarin itu beli di Carefour, bentuknya kaya yang produksinya Pigeon itu lah pokoknya, cuma ini warnanya biru.

Hmm, apalagi ya?
Oiya, saya lagi sering buka website ini : www.annabelkarmel.com buat cari-cari resep juga biar banyak pilihannya, soalnya anaknya udah mulai bisa ngunci mulut ga mau makan, mungkin ibunya harus lebih variatif lagi bikinin makannya 😀
dan ternyata ngasih makan anak itu harus eksta ekstra ekstra sabar ya, buibukkk.
pengennya anaknya BLW, tapi ibunya ga tahan liat berantakan akhirnya konvensional sama BLW deh disatuin, jadi dia tetep pegang finger food, tapi itu juga kadang-kadang doang hahahha. Atau pengennya anaknya tertib duduk anteng di baby chair, eeeh ngerengek makannya sambil digendong, runtuh deh pertahanan Ibunya, huhft. Tapi yang penting sejauh ini lancar jaya sih MP-ASI nya Binar 🙂

Kalau ada yang mau sharing, jangan sungkan ya 🙂

Let’s enjoy the rideeeeeee!

Love,
Ibu Chacha

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
a moment to remember Indonesian Hijab Blogger MPASI Binar parenthood sharing tentang Binar Uncategorized

Persiapan MPASI Binar (Part 1)

Hi!

Kita istirahat bentar yah bahas tentang saya sama Aa, kali ini saya kepengen banget bahas persiapan MPASI Binar. Gatau kenapa, tapi rasanya deg-degan loh! Kaya ngurus nikahan, asli deh. Ga kerasa, seminggu lagi Binar lulus ASIX dan mulai kenal makanan. YEAY!

Kenapa dikasih judul Part 1? Soalnya takut ada lanjutan karena ini baru sebagian yang saya foto, sisanya ada yang belum difoto — kayak biscuitnya, atau beberapa gear nya yang belum dateng —

Iya, untuk belanja keperluaan Binar ini banyakan saya beli online, biasanya di Lazada karena sering ada diskon hehehe 😀

Saya sengaja pilih semua dominasi warna pink biar keliatan aja buat perempuan, karena ga mau kejadian stroller terulang> Strollernya Binar itu warnanya biru :))

Pesan saya, hati hati deh belanja ginian, karena cuma liat fotonya aja tuh bikin pengen beli semuanyaaaaa huhuu padahal belum tau mana yang bakal kepake mana yang nggak. Karena prinsip ibunya Binar itu : beli aja dulu siapa tau kepake, kalo ga kepake nanti kasih siapa aja kali ada yang butuh.
Iya, saya orangnya gitu :))

Nah sebagian dari di foto atas, ini daftar belanjaannya :

  • Tommee Tippee Aeroplane Spoon Pink – 2 pack
  • Sassy Teething Feeder – Pink
  • Kidsme Food Grinder – Lavender
  • Munchkin Silicone Spoons 2 Packs – Girls
  • Munchkin Easy Squeezy Spoon – Pink
  • Tommee Tippee Roll and Go Bib – Fuschia
  • Sassy spoon on the go
  • Tommee Tippee Easy Scoop Feeding Bowl
  • Tommee Tippee Two Pack Pop Up Weaning Pot
  • Tommee Tippee Mealtime Cup

Nah itu baru sebagian, adakah buibuk yang mau merekomendasikan untuk tambahan? 😀

Kalo dari list saya sih yang belum itu sterilizer, containe buat nyimpen semua peralatan, talenan, pisau kecil, sleek buat cuci perlengkapannya yang khusus bayi, high chair atau booster seat ini masih bingung sih mending di atas atau di bawah hmmm.. terus baby bullet masih on the way nih baru pesen kemaren soalnya. Tadinya mau pake Phillip Avent, tapi gajadi karena takutnya kepake bentar, lalu slow cooker untungnya ada turunan dari kakak, daaan kukusan dodowa udah masuk list buat dibeli, sekali lagi mumpung masih diskon di Lazada :))

nah, kalo buku menunya baru dibeli tadi di Gramedia.


Sejauh ini baru itu aja persiapan saya hahaha masih banyak yang kurang padahal seminggu lagi. Mudah-mudahan lancar deh, anaknya mau makan dengan baik dan Ibunya bisa bangun lebih pagi buat siapin semuanya hihihi 😀

Doakan kami yaaa!

sampai ketemu di postingan soal MPASI selanjutnya 😀

Love
Ibu & Binar yang ikutan duduk depan laptop.

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . blog

a moment to remember life parenthood sharing tentang Binar Uncategorized

Capturing Baby Binar

Halo!

Anak tidur, Ibu bingung mau ngapain jadiiii yah.. mari kita nge-blog ajuaah 😀

Kemaren lagi liat-liat foto pertamanya Binar waktu masih d RSIA, fotonya belom sempet aja nih mau dicetak terus dipajang di rumah. Tapi ga tau udah berapa kali saya nangis terharu tiap liat foto itu :’)
Kenapa nangisnya?
Yah, inget gimana perjuangan (cieeee…) melahirkannya, inget gimana deg-degannya liat muka dia waktu baru lahir, inget gimana suami ikutan nangis pas akhirnya Binar lahir daaaan… perjuangan dapetin foto bagus buat kenang-kenangan! HAHAHA.

Iyah, dibanding fotoin OOTD-an temen atau siapalah yang suka minta tolong, saya harus bilang buat fotoin anak bayi tuh jauuuuh lebih susah. Dapet momennya susah banget! YAKAN BOEBOOO?
Giliran lagi diajak ngomong biasa, eh tiba-tiba dia ketawa lepas, terus pas giliran mau difoto mendadak dia dieeeem aja gitu ga ada ekspresinya. percayalah ini #seringterjadi banget!

untungnya ga butuh banyak jepretan pas baru lahirm cuma sekitar 4-6 frame lah sampe momennya dapet dan pajang-able banget. Nih :

walaupun teteuup ya bok’ deseu ga liat kamera :))

Jadi sampe sekarang nih, Ibunya kudu fotoin sampe beberapa frame dulu sampe nemu foto yang bagus buat di-upload (penuh penuuuuh deh tuh memory card) . Effort mau bikin foto bagus sampe sebegitunya ternyata yahhhh sodara sodara!

terus Ibunya mendadak ngerasa seperjuangan sama orang-orang yang ada di video ini : http://bit.ly/ShootMyBest

i feel youuuu, gaes!

coba itung, dari 12 frame, paling berapa sih yang bagus? 4 aja udah mending banget kan :))
Tapi kadang yah, biar ga “sakit hati” kudu susah payah foto dan yang bagus cuma dikit, saya seringnya ngedit biar jadi kolase ajah sekalian 😀

eeeeh tapi yah, kalau lagi beruntung, yah walaupun agak jarang, ada loh sekali foto anaknya udah langsung bagus di kamera. Misalnya pas lagi ajak main ayahnya atau neneknya, nah saya kebagian deh tugas buat fotoin Binar x)

Oh andai bisa lain kali ada photo-ception yaitu foto saya yang lagi susah payah fotoin Binar, entah udah gimana tau deh posisinya. Bahkan kadang ga kerasa taunya sambil nahan nafas, kelar foto ngos-ngosan dooong ibuuuu!
Ya gapapa lah ya, demiiii oh demi dapet foto anak yang bagus 😀

Please let me know, saya ga sendirian kan yang butuh perjuangan ekstra buat foto bayi-bayi kita?

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . blog
ad Indonesian Hijab Blogger parenthood tentang Binar Uncategorized

Kok Ngempeng?!

HUAAAH!

Pusing akoooo pusing!

Misi ya buibuk mau curhat :))

Jadi masa belakangan ini, Binar kalo abis dikasih ASI pasti ada masanya di mana dia asik isep jempolnya, biasanya cuma kayak garuk kepala atau garuk kuping gitu sebagai tanda tanda kalau anak ini udah ngantuk. Sekarang pake ngempeng! HUHUHU takut lah kebiasaan ini berkelanjutan sampe besar nanti, kan jelek 🙁

Udah mulai macem macem deh sekarang kebiasaannya yang saya perhatiin tiap hari hihi tapi yang ngempeng ini agak ganggu sih tapi bingung juga kalo ga dikasih nanti anaknya ngamuk. Mau kejam tapi belom tega hahaha 😀

sebenernya lucu juga sih ada cerita soal tidurnya Binar kaya gini, jadi bisa diikutin ke kontes aja sekalian soal kebiasaan tidurnya ini hahaha *emak emak oportunis*

Yah, kalau-kalau buibuk ada yang mau ceritain juga soal kebiasaan tidur anaknya, monggo cek ini :

Ini untuk ikutan kontes : http://bit.ly/chafp
Ini untuk yang mau liat liat dulu kontesnya kaya apa siiih : http://bit.ly/cha30sec
Ini untuk nambah ilmu kenapa tidur berkualitas bayi itu sangaaaaat penting : http://bit.ly/cha2min

Goodluck untuk yang mau ikutan!

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . blog