Browsing Category

Uncategorized

review Uncategorized

Tips #RamadhanShopee Agar Tetap Cantik dan Segar saat Puasa

Sebentar lagi puasa nih, ga berasa ya? Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan kembali untuk bertemu Ramadhan tahun ini. Seneng banget deh sama suasana Ramadhan, saya saja udah mulai persiapan mulai dari sekarang. Mulai dari peralatan solat Binar buat terawih nanti sampai multivitamin lengkap untuk ayahnya. Menurut saya, Ramadhan itu spesial banget, jadi saya memang ada persiapan ekstra di bulan suci ini.

Selain mempersiapkan stamina supaya bisa beribadah dengan lebih khusyuk, saya harus selalu merawat dan menjaga kecantikan saya agar tetap tampil bersih, segar dan berseri selama puasa. Kenapa? Karena di bulan puasa kulit kita (baik wajah dan tubuh) cenderung kering karena perubahan pola makan dan asupan cairan. Biasanya selama bulan puasa, kulit kita perlu ekstra dirawat dari luar maupun dari dalam.
Ohya, bagi-bagi tips persiapan Ramadhan bisa bermanfaat buat orang lain loh. Selain itu, kalau kamu ikutan upload foto dan share tips persiapan #RamadhanShopee versi kamu di Instagram atau Facebook, kamu juga berkesempatan untuk dapetin TIKET MUDIK PP GRATISSS. Ini dia tips persiapan #RamadhanShopee versi aku agar tetap cantik dan segar saat puasa.

Here we go!

1. Konsumsi Air Putih dan Vitamin C
Air putih sangat bermanfaat untuk membuat kulit tampak sehat dan segar. Selain itu, air putih juga dapat mencuci racun dan zat-zat kimia dari dalam tubuh. Oleh karena itu, saya tidak pernah malas untuk minum air putih, terutama kalau lagi puasa, saya minum air putih yang banyak saat berbuka dan sahur agar kulit dapat terhidrasi dengan baik.

Bukan hanya air putih, vitamin C juga memiliki antioksidan yang baik, sehingga dapat menjaga elastisitas kulit dan dapat membuat kulit lebih cerah. Itu alasannya kenapa saya suka makan jeruk, selain simple dan gampang di cari, jeruk juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin C saya.

2. Lotion
Menurut saya lotion penting banget karena ketika puasa biasanya kulit jadi cenderung kering. Kalau dibiarkan, pasti akan mengganggu penampilan banget kan. Duh amit amit jangan sampai kulit kita bersisik deh, jadi ga pede kan nantinya. Makanya, dengan menggunakan lotion bisa ngebantu banget untuk menjaga kelembapan kulit kita, terlebih yang kita sehari-hari beraktivitas di ruang ber AC.

3. Lipbalm
Nah, siapa yang ketika puasa bermasalah dengan bibir kering dan pecah-pecah? Untuk meminimalisir bibir kering, selain memperbanyak asupan cairan ketika sahur dan berbuka, kita juga bisa menggunakan lip balm. Saya sarankan agar mencari lipbalm yang warnanya lembut dan tidak ada rasanya, jadi aman di gunakan saat puasa. Kalau mau menggunakan lipstick matte, jangan lupa juga untuk mengaplikasikan lipbalm terlebih dulu ya.

4. Water Spray
Saya selalu sedia water spray di tas terutama saat cuaca lagi panas atau lagi puasa. Water spray dapat membuat kulit terasa lebih halus dan sejuk. Saya suka banget efek refreshingnya, asal pas disemprot ke muka jangan buka mulut ya, nanti batal dong puasanya, hehehe.

5. Sheet Mask
Untuk melengkapi langkah di atas, saya biasa gunakan sheet mask secara rutin supaya kulit wajah tetap terjaga kelembapannya, bercahaya dan segar. Produk yang saya pilih adalah The Saem Natural Soothing Sheet Mask dan lip mask. Dengan fungsi utamanya membuat kulit wajah bersih dan lembap, ada kandungan control oil juga supaya wajah tidak mudah berkilau karena berminyak setelah beraktivitas seharian. Menurut saya sih oke banget! Aku saranin untuk beli di shopee.co.id, salah satu tokonya di sini ya. Pssst coba cek aplikasi Shopee deh, sekarang nuansanya udah berasa Ramadhan banget. Kamu bisa beli perlengkapan buat Ramadhan jg di Shopee, apalagi sekarang lg diskon besar-besaran sampai 95%. Wah, ini sih bukan diskon, tapi hampir gratis! Dan masih berlangsung sejak tanggal 1 Mei sampai 2 Juli. Selamat menyambut bulan Ramadhan ya..

daily routine life Uncategorized

Respect Your Body With The New Variants From The Body Shop

“I make time because I respect my body”

Akhir-akhir ini saya sedang senang-senangnya mendengarkan kebutuhan badan saya, dengan cara giat olahraga dan jaga pola makan, plus merawat kulit dan muka dengan rutin. Awalnya berat loh, tapi saya percaya kalau I’m stronger than my excuses. Ternyata yang tadinya saya pikir berat, setelah dirutinkan menjadi terbiasa juga.
Untuk perawatan muka sendiri, saat ini saya sedang mencoba mix skincare untuk memudarkan bekas jerawat yang membandel dan membuat kulit terasa lebih sehat dan segar. Ya maklum, kulit wajah memang harus dirawat sedini mungkin supaya kelak kita bisa melihat sendiri hasilnya, ya gak?
Kebetulan dari Body Shop ada series skincare baru yang saya coba masukkan ke rutinitas skincare harian saya. Saya memang sering merotasi penggunaan skincare supaya tahu mana yang lebih cocok dengan kebutuhan kulit wajah saya yang kondisinya berubah-ubah. Coba kita bahas satu persatu ya.

1. Drops of Light – Pure Clarifying Foam Wash

Nah kalau produk yang ini saya pakai setelah saya membersihkan wajah dengan make up remover atau micellar water, untuk double cleansing. Efek di wajah memang terasa jadi lebih bersih. Saya paling suka facial wash yang tidak meninggalkan kesan kering setelah pemakaian, dan produk ini cukup memuaskan untuk saya. Teksturnya yang milky ketika digunakan untuk mencuci wajah berubah menjadi foamy.

2. Drops of Light – Pure Resurfacing Liquid Peel

Salah satu produk dari series Drops of Light ini dikeluarkan Body Shop untuk menjawab kebutuhan wanita untuk mendapatkan kulit yang semakin cerah dan merata. Produk ini mengandung bahan alami Red Algae untuk mengurangi dark spot serta Vitamin C sebagai anti oksidan dan membuat kulit menjadi kenyal. Ketika saya coba untuk pertama kalinya, saya cukup impressed dengan kemampuannya untuk mengangkat kulit mati dengan lembut. Cara penggunaannya cukup mudah, ambil 2 pumps lalu oleskan secara merata ke seluruh wajah, kemudian pijat lembut selama 20 detik. Ternyata bener loh, ada kulit mati yang terangkat dari proses ini dan prosesnya ga bikin kulit pedih. Selain membuat kulit wajah menjadi tampak sehat dan cerah, ternyata juga bisa untuk detoks polusi. Penting banget terutama buat kita yang sekarang lebih memilih menggunakan transportasi ojek online untuk mobilitas harian, kasian kan muka kita yang sering kena paparan debu dan polusi asap kendaraan?

3. Drops of Light – Brightening Day Cream

Kayaknya rangkaian series Drop of Light dari The Body Shop itu memang dibuat dengan tekstur super light dan watery deh, jadi ga berat di wajah. Aromanya juga lembut jadi pas diaplikasikan bikin relaxing effect. Untuk daycream ini yang saya suka adalah make up saya jadi lebih mudah nempel dan jadi tahan lama. After effectnya juga menyenangkan karena tidak membuat garis senyum keliatan, bikin make up lebih flawless.
Seluruh informasi mengenai series Drops of Light dari The Body Shop bisa kamu baca di
sini: https://www.thebodyshop.co.id/products/rang e/range-drops-of-light.html/

4. Chinese Ginseng and Rice Clarifying Polishing Mask

Rangkaian selanjutnya dari produk The Body Shop yang saya gunakan adalah masker wajah dengan kandungan ekstrak ginseng dan beras dari Tiongkok. Diklaim sebagai produk yang 100% vegetarian, sehingga aman digunakan. Produk produk The Body Shop juga diklaim sebagai cruelty free product, jadi tidak di tes ke binatang dan bebas dari unsur hewani, jadi makin mantap di hati kan?
Masker wajah ini bertujuan untuk mencerahkan wajah, mengencangkan kulit dan memperbaiki tampilan pori-pori. Saya suka sekali dengan teksturnya yang sedikit kasar, tapi ketika di apply ke wajah tidak ada sensasi nyelekit (tingly) dan after effect setelah pemakaian tidak membuat wajah terasa kering. Definitely will put in on my daily routine. Lebih jelas mengenai produk ini bisa klik di
sini: https://www.thebodyshop.co.id/chinese- ginseng-26-rice-clarifying-peling-mask-80ml- 029.html

5. Skin Defence Multi-Protection Essence SPF 50 PA++++

Selain merawat dari dalam, kita juga harus melindungi kulit kita, terutama dari paparan sinar matahari yang mengandung UV-A dan UV-B. Keduanya bisa membuat kulit kita tampak kusam bahkan memunculkan dark spot di wajah. Ngeri deh kalau masih muda tapi sudah ada dark spot 🙁
Keunggulan produk ini ada pada bahan alaminya, yaitu Red Algae, Vitamin C dan Marula Oil yang bisa melindungi kulit serta membuat cerah setiap hari. Produknya sendiri sangat ringan ketika dipakai, oleh The Body Shop disebut dengan teknologi milk to water. Ketika saya pakai, memang benar teksturnya berubah menjadi watery ketika dioleskan ke wajah. Jadi tidak lengket dan mudah meresap, suka deh. Perlu nih buat dipakai sehari-hari, bahkan ketika berada di dalam ruangan sekalipun. Detailnya ada di link
berikut: https://www.thebodyshop.co.id/skin-defense- spf50-40ml-004.html

Nah, kelima produk di atas kegunaannya memang akan saling melengkapi satu sama lain sehingga cocok digunakan dalam satu rangkaian. Ada yang sudah pernah coba belum? Share ke saya dong gimana pendapat kalian. Oh iya, jangan lupa kalau kalian bisa bantu membuat bumi kita lebih hijau, karena setiap kemasan produk The Body Shop yang sudah habis bisa kalian kembalikan ke store untuk kemudian di recycle. Keren ya konsepnya, merawat kulit dan merawat bumi.
Ada yang sudah pernah coba belum? Share ke saya dong gimana pendapat kalian.

Uncategorized

Karya Seni Kurang Riset

Tanggal 25 februari 2017, saya mampir ke salah satu akun Instagram seorang Influencer yang namanya cukup di kenal di kalangannya, di sana ada postingan sebuah pudding serupa fetus bayi kecil seukuran jempol manusia dewasa. Warnanya agak kemerahan, diberi kesan seperti berlumuran darah.
Saya penasaran, karena rupanya ini adalah sebuah pertunjukan seni. Pertunjukan seni bertajuk Makan Mayit yang didalangi oleh seniman perempuan yang namanya baru saya ketahui keesokan paginya, seniman bernama Natasha Gabriella Tontey. Pemilik akun Instagram @roodkapje ini ternyata telah dua kali menyelenggarakan event serupa, Makan Mayit adalah yang kedua.
Detail acara tentang siapa Tontey dan apa yang ingin ia coba sampaikan bisa dibaca di :

https://www.vice.com/id_id/article/menyelami-dunia-horor-ganjil-tontey

dan

https://www.whiteboardjournal.com/interview/32909/metode-visual-bersama-natasha-gabriella-tontey/

Juga foto-foto yang sebagian sudah dihapus di hashtag #MakanMayit dan beberapa tidak ditemukan karena akun instagram yang terlibat sudah terkunci. Tidak akan saya tampilkan penuh di sini karena begitu mengerikan dan menyedihkan.

Saya sudah baca artikel dan interview yang memuat pertunjukan Tontey dan mencoba mencerna apa yang ingin ia sampaikan. Tapi ternyata… tetap “ga sampai” di logika saya.
Kalau ini tentang kebebasan berekspresi, berarti saya punya hak yang sama untuk menanggapi, toh?
Bagi saya, dari semua pertanyaan yang dilayangkan kepada Tontey, seniman satu ini tidak konsisten. Kurang jelas apa yang mau disajikan dan berujung seperti karya seni yang kurang riset dan akhirnya hanya seperti cari perhatian. Tapi kemudian setelah ia melemparkan karyanya ke hadapan publik, ia meninggalkan ruangan dengan pro-kontra yang sepertinya ia sendiri belum siap menerima itu semua. Argumen saya berdasar pada terkuncinya akun instagram Tontey selang beberapa menit karyanya dihujat banyak orang.
Dari apa yang saya baca, tentang perjalanan seninya sendiri, Tontey adalah seniman plin plan yang tidak bisa mempertahankan visi akan karya yang ia buat.
Di beberapa pertanyaan dari link white djournal yang saya baca, ia menyebut dirinya pemalas. Ia menjalani masa kuliah hanya karena telah diterima lebih dulu, dan akhirnya merasa kursus yang ia jalani adalah sebuah kesia-siaan.

Kembali ke Makan Mayit, kalau ini memang sebuah pertunjukan makan mayit yang berkaitan dengan kanibalisme, mengapa harus boneka bayi? Hanya karena di karya sebelumnya ia menggunakan hal serupa? Dangkal.
Mengapa ia menyebut menyajikan makanan di atas meja adalah dari ASI asli, yang ia dapat dari asosiasi menyurusui? Lalu bahkan kemudian setelah instagramnya kembali dibuka, ia berkata bahwa ia bahkan tidak tahu bahwa organisasi semacam AIMI ASI ada di Indonesia.
Lalu riset yang ia sebutkan sebelumnya, datang dari mana? Mentah.
Ia bilang bahwa ada ekstrak keringat ketiak bayi dalam kandungan makanan yang ia sajikan. Dengan cara apa ia mengambil ekstrak tersebut? Berapa bayi manusia yang ia pakai hanya untuk pertunjukan seni yang menurut saya tidak layak dan banyak penyimpangan ini?
Sayangnya semua pertanyaan ini tidak terjawab.
Seniman yang awalnya menyebutkan ini adalah sebuah eksperimen sosial justru memilih untuk bungkam, hanya beberapa influencer yang diundang yang membuka suara.
Pembelaan terhadap seorang teman memang bisa dimaklumi, tapi kemudian, yang sesungguhnya bertanggung jawab atas semua ini, senimannya sendiri, toh?

Seni dianggap sebagai salah satu bentuk penyampaian atas kegelisahan seniman dan akhirnya lahir sebagai karya yang dinikmati banyak orang. Bagi saya, yang diciptakan Tontey justru hanya bisa dinikmati kalangan tertentu yang merasa dirinya mengerti, dan yang tidak terima atas karyanya dianggap sebagai pasukan nyinyir yang tidak menghargai proses. Sungguh dangkal.

Tontey menyebutkan yang diundang akan diajak berdiskusi apa tanggapan mereka atas makanan yang di hidangkan. Tapi yang diundang bahkan mungkin menilai ini hanya sebagai bentuk keseruan karena ini hal yang baru dan… tabu.

perempuan-perempuan masih banyak yang berjuang untuk bisa menghasilkan ASI.
Untuk bisa mendapatkan keturunan.
Untuk bisa menimang bayi.
Untuk berbesar hati kalau janin di kandungannya harus direlakan dan tidak dilahirkan dari rahim mereka.
Lalu unborn love yang mereka angkat sebagai tema pertunjukan ini dianggap seni? Nonsense.

Pudding janin bayi,
Bentuk payudara yang mengadung keju dibuat dari ASI.
Minuman yang dibuat sedemikian rupa agar mirip darah segar.
Boneka plastik yang dibedel perut dan kepalanya sebagai pengganti piring.
Seni yang mana? Yang mengusik hati dan perasaan perempuan terutama mereka yang berjuang sebagai Ibu?

Dari kemarahan yang tersulut karena pertunjukan aneh ini, orang yang tidak merasakan hal yang sama dengan mudahnya bilang “this is art, lo tau apa?”
No, this is not ART. Ini penyimpangan besar, ini hal ganjil yang menuntut diterima norma masyarakat, ini hal aneh yang tidak sepantasnya dilempar ke ruang publik.
Sang seniman seolah lupa bahwa setelah melempar karya, satu-satunya yang bertanggung jawab adalah dirinya sendiri. Bukan perlindungan dari teman. Buka forum diskusi, duduk berdampingan dan coba sampaikan, coba klarifikasi dengan benar bukan dengan pembenaran sepotong-sepotong.

Sang seniman yang gagal paham akan konsep ASI dan stemcell ini rasanya ingin saya ajak bicara baik-baik, “yang kamu anggap horror dari bayi yang meminum ASI adalah hal yang dijalani perempuan selama dua tahun karena itu adalah HAK mereka. Itu kehidupan sehari-hari kami selama dua tahun di mana seorang manusia baru bergantung hidup pada kami, IBU.”

Sedihhnya lagi, pencetus seni kurang riset adalah seorang perempuan. Di mana mungkin suatu hari nanti ia akan jadi seorang ibu. Goodluck with that, Natasha.

Akhirnya karya seni Tontey memang jadi perbincangan, perhatian yang ia cari ia dapatkan, in a wrong and a very bad way.
Seniman hanya berpikir untuk membuat keriaan sesaat dan sesat. Tanpa pikir efek jangan panjang dari apa yang ia buat.
Ini seperti seniman punya idealisme, tapi ga idealis-idealis banget juga. Ga bulat dan ga berdasar. Tontey seolah tidak konsisten atas idealismenya sendiri.
Setelah diskusi di hadapan boneka bayi menyedihkan itu, lalu apa? Apa pesannya sampai? Atau hanya ego-nya saja yang “kenyang”?
Dalam pembuatan karyanya bahkan ia lalai menyebut satu nama organisasi, dalam pembuatan karyanya yang terkesan nyeleneh bahkan yang datang bilang bahwa itu bukan ASI asli, hanya kuah sayur lodeh. Ini sebagian dari gimmick? Bullshit.
Acara serupa akan digelar pula di Jogja, katanya. Semoga banyak pihak bisa menghentikan ini. Efek jangka panjang bagi anak di bawah umur yang sudah menyentuh media sosial ini nantinya akan jadi hal yang menakutkan, karena mereka bisa saja menganggap ini adalah wajar.

Natasha Gabriella Tontey memang telah menyampaikan permintaan maaf HANYA kepada AIMI ASI Jogja yang namanya ia pakai sembarangan untuk karya seni mentah ini. Tidak kepada seluruh perempuan yang merasa karyanya menyakitkan bagi mereka, juga saya.
Seorang influencer lain kemudian menyebutkan bahwa yang berkomentar adalah orang yang tidak paham proses dan tidak mengerti seni visual.
Saya, dibesarkan oleh seorang lelaki yang mengenyam pendidikan Seni di fakultas seni kenamaan Jakarta, ayah saya bekerja sebagi seniman sepanjang hidupnya sampai saat ini. But still, bagi saya ini bukan karya seni, ini hanya penyimpangan yang dikemas sok artsy dan sok indie.
Sebagian dari para perempuan yang terlibat dalam Protes Makan Mayit tidak melarang Tontey berkarya, hanya saja penyampaiannya yang kurang apik harus dipikirkan ulang. Buatlah itu setertutup mungkin untuk hanya kalian yang kalian bilang paham seni, buatlah yang lebih bisa dicerna akal sehat, yang tidak menyentuh ranah sensitif seperti bayi dan kanibalisme, buat lah yang lebih elok dan tidak miskin ide, atau sekali lagi, yang lebih idealis di mana itu bisa dipertanggungjawabkan dengan bulat dan konsisten.

You got my message, dear Natasha Gabriella Tontey, yang bahkan sampai saat ini tidak berani kamu balas.

#anmum #boothmenyusui Uncategorized

Kenyamanan Terbaik Ibu Menyusui

Postingan kali ini harusnya saya mulai dengan mengucap Alhamdulillah, karena apa?Karena saya sudah selesai menyusui Binar selama 2 tahun lewat 3 minggu!

YayAlhamdulillah!
Awalnnya ngga nyangka bisa menyusui sampai dengan sesuai ‘jatahnya’ Binar, walaupun dari awal
kehamilan saya sudah berencana untuk menyusui langsung.

Continue Reading

beauty event mineralbotanica review soireemica Uncategorized

Discover The Limitless Beauty of Mineral Botanica

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahun lalu, saat lipcream lagi marak sekali di dunia per-lipstik-an, sebagian yang sering baca baca blog atau mampir ke Instagram saya pasti pernah baca bahwa saya jatuh cinta lipstick keluaran brand lokal yang namanya Mineral Botanica. Waktu itu susah nyarinya, harus nitip temen atau beli online. Continue Reading

#duluxdenimdrift #jakartafashionweek #jfw1027 Uncategorized

Jakarta Fashion Week 2017 : Denim Drift by Patrick Owen

 

 

 

 

 

Finally tahun ini bisa menyempatkan hadir ke gelaran Fashion Week di Senayan City tanggal 23-28 Oktober lalu, Alhamdulillah beberapa teman memang ikut serta dalam fashion show juga jadi memang hadir dalam rangka diundang dan duduk di front row menikmati karya mereka semua. Beda dengan tahun sebelumnya biasanya saya jarang mondar mandir di acara seperti ini karena entah kenapa setelahnya pasti diserang sakit kepala hebat.
Tapi nggak dengan tahun ini, tahun ini saya betul-betul hadir dari siang sampai malam, bentuk dukungan dan apresiasi untuk mereka.
Dari semua show yang saya datangi, ternyata tahun ini yang mencuri perhatian adalah karya dari Patrick Owen. Bekerja sama dengan Dulux, kolaborasi di antara keduanya mengusung tema Denim Drift, berangkat dari filosofi warna biru yang terbilang klasik, warna biru juga ternyata adalah tren warna tahunan yang diangkat oleh Dulux sebagai ColourFutures mereka tahun ini.
Diprediksi sebagai color of the year, warna biru ditumpahkan dalam karya Patrick Owen pada panggung fesyen tahun ini dengan pantone yang senada dan jelas di dalamnya ada pula aksen peranakan china khas dari Patrick Owen. Belum lagi biru adalah warna yang bisa diaplikasikan dalam pakaian sehari-hari, tampilannya yang chic sekaligus sederhana adalah apa yang ingin disampaikan Patrick pada khalayak.
Di dalam show nya yang menampilkan 29 model yang berjalan di runaway (24 model untuk Fable dan 5 untuk Denim Drift), semua koleksi menampilkan details yang dahsyat dan ‘bold’. Jika biasanya runaway fashion show diiringi backsound lagu pilihan, namun kali ini Patrick memilih poetry reading sebagi backsound runaway show nya, puisi yang sangat emotional seolah menyihir penonton sambil menikmati para model berlalu lalang membawakan karya Patrick yang desainnya didominasi warna monochrome dan pantone biru, tidak lepas dari siluet desain yang mendarah daging dari setiap rancangan, peranakan cina sangat terasa kental dalam setiap helainya.
Life in a new light (kehidupan dalam perspektif baru) yang dijadikan dasar kolaborasi yang ingin disampaikan seolah mengajak kita untuk melihat lebih dalam lagi pada hal hal sederhana yang membuat hidup lebih berharga. Terlihat jelas dalam karya Patrick dari pemilihan warnanya, desainnya, bordir dan aksen pada bajunya betul-betul mewakili apa yang ingin Ia jelaskan pada penontonnya.
Dan, oh ya, desain Patrick favorit saya salah satunya adalah shirt dress berwarna monochrome yang bisa dipakai juga untuk para hijaber yang menyukai modest wear. He did a great job as always!

 

 

 

 

 

Love,
Chacha Thaib

 

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
#event. #review #SolehaMeetsBlogger Uncategorized

HiLo Soleha Blogger Gathering




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hai Semuaaaa!

Gimana kabarnya? Saya mah baik alhamdulillah, lagi sering pergi-pergi ke berbagai undangan 😀
Soalnya udah selesai nyusuin Binar, jadi sekarang bisa cukup leluasa kalau mau pergi sedikit lebih lama dari biasanya. Soal selesai nyusuin, nanti saya ceritain misah ya.
Sekarang mau cerita soal acara yang saya datengin beberapa waktu lalu dulu.
Jadi tanggal 26 September lalu saya kebetulan di undang untuk hadir ke acara Soleha Meet Blogger yang diadakan oleh HiLo Soleha di Twin House Cipete.
Menempuh perjalanan lumayan lama sekitar 2,5 jam karena macet yang luar biasa, akhirnya nyampe juga di Twin House yang sudah mulai ketika saya datang. Agendanya hari itu adalah perkenalan tentang apa sih HiLo Soleha itu dan ada semacam workshop brush lettering dari team LivingLoving yang surprisingly seruuuu abis! Karena saya memang belum pernah nih ikut brush lettering class kaya gini, something new is always exciting!

Di kesempatan kali ini saya baru bener-bener bisa nyimak soal HiLo Soleha walaupun sebelumnya sempet tanya-tanya dan penasaran soal HiLo Soleha, kali ini bisa denger langsung dari May Pratisto, Customer Relations Managerdari HiLo Soleha.
Ternyata susu HiLo Soleha ini memang diperuntukkan kepada mereka-mereka, atau sebetulnya kita-kita  yang kurang terpapar sinar matahari karena ‘kan baju kita tertutup terus nih, tulangnya otomatis kan jadi kurang dong paparan sinar mataharinya, nah di kandungan HiLo Soleha itu lah ada Vitamin D, terus juga kalsiumnya tinggi tapi juga rendah lemak! Cocok banget untuk yang kulitnya tertutup baju panjang kaya kita.

Dari Lebaran kemarin saya kan memang dapat tuh kiriman hampers dari HiLo Soleha, karena memang suka minum susu dari kecil, saya cobain deh susunya. Ternyata coklatnya enak banget, dan yang penting HiLo Soleha ini mencukupi kebutuhan tulang saya, kalsium yang ada di HiLo Soleha ini cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari. Secara ya udah jadi ibu-ibu gini, selain ngurus anak, kerja dari rumah juga, jadi ya harus berinvestasi di kesehatan, menjaga badan supaya sehat dan gak gampang sakit, asupannya juga berarto harus bener selain olahraga rutin. 
Dan saya baru sadar nih, ternyata sehari-hari yang paling saya jarang dapati adalah Vitamin D, ini juga bisa dipenuhi dari HiLo Soleha!
Seru banget deh, banyak ilmu yang saya dapet dari acara kemarin, belum lagi belajar brush letteringnya! Belum lagi ketemu temen-temen Blogger lain yang udah lama banget ga ketemu, ketemunya kalo lagi ada event aja 😀

Oiya, kalian bisa lho lihat informasi lain seputar HiLo Soleha dan juga kegiatan apa yang sering mereka lakukan di Diary Of Soleha dan juga Instagramnya di @HiLo_Soleha.

 

 

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
#mycupofstory #giordanoID review Uncategorized

Kolaborasi Apik Dari Inspirasi Kopi

Beberapa hari lalu saya dapat undangan dari Giordano Indonesia untuk menghadiri acara mereka di Mall Grand Indonesia, tepatnya di Warung Koffie Batavia. 

Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, Giordano memang sepertinya lagi sering mengangkat tema lokal untuk materi campaign produk terbarunya. Setelah ada Art of Freedom di tahun 2014, The Legacy di tahun 2016 dan juga #oneIndonesia di tahun yang sama, kali ini Giordano Indonesia terinspirasi dari ragam kopi nikmat yang berasal dari Tanah Air. Di antaranya adalah Kopi Bali, Kopi Toraja, Kopi Mandheling, Kopi Gayo dan Kopi Wamena. Berangkat dari tema luas keanekaragaman dan keunikan masing-masing inilah Giordano merasa cocok dengan kehidupan dan cara berpakaian sehari-hari masyarakat Indonesia, dimaksudkan agar setiap individu bisa lebih memahami dan menerima perbedaan yang ada di sekitar kita.
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam bentuk ilustrasi yang terpampang di sisi depan t’shirt buatan Giordano Indonesia. Kolaborasi yang dinamakan #MyCupOfStory ini juga bekerja sama dengan nulisbuku.com tersebut memuat potongan kalimat dengan kata-kata yang simple namun sarat makna, inspirasi positif yang bisa didapatkan dari secangkir kopi.
Quotes yang menarik, material produk yang sudah terjamin kualitasnya, pemilihan design yang sangat ‘urban’ dan dinamis bikin kita bisa langsung jatuh cinta oleh semua koleksi Giordano kali ini. A must have items for this season!

Acara My Cup Of Story beberapa waktu lalu dipandu oleh duo MC Danang-Darto yang jago banget mencairkan suasana, belum lagi perform dari Endah N Rhesa yang bikin semua undangan  sangat menikmati jalannya acara dari awal sampai akhir… seru banget!

Thank you Giordano for having me, semoga semakin banyak kolaborasi dengan hal-hal yang berbau lokal dan mengangkat lagi keunikan yang ada di Indonesia.

Love,
Chacha Thaib

Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com
beauty review Uncategorized

Best Companion for Daily Make-Up

Seringkali saya dapat pertanyaan tentang brand bedak apa yang saya pakai untuk daily make up, sampai akhirnya beberapa waktu lalu saya sengaja upload video di instagram saya tentang bedak yang satu ini,
Yep! Untuk sehari hari aku pakai Pixy Two Way Cake Cover Smooth.
Berhubung kenal Pixy dari kecil, karena mama saya adalah pengguna Pixy juga, saya memang familiar dengan brand ini dan sering memakai produk mereka.
Sebelum memakai bedaknya, biasanya saya pakai BB creamnya juga, tapi karena coverage-nya dari Pixy Two Way Cake Cover Smooth ini udah bagus banget, aku jadi lebih sering langsung pakai bedaknya saja. Hemat waktu dan hemat biaya banget, karena harga bedak sebagus ini cuma 43.000!
Nah, yang bikin coveragenya bagus banget itu, karena di bedak Pixy two Way cake cver smooth kandungannya ini memiliki manfaatnya masing-masing, diantaranya Formula Beauty Lock yang bikin make up tampak licin dan halus atau bahasa kekiniannya Flawless banget sampe 10 jam! Beuh!
Udah gitu ada  SPF 30 & PA+++ juga yang mampu memberikan perlindungan optimum terhadap sinar UVB dan UVA,  lalu ada Two Way Whitening yang bikin wajah tampak lebih cerah dan gak ketinggalan Squalane Oil yang menjaga kelembapan kulit sepanjang hari! Omaygat!
Dengan kandungan lengkap ini, PIXY Two Way Cake Cover Smooth gak hanya mempercantik wajah tapi juga menjaga melindungi kulit wajah dari pengaruh buruk lingkungan. Selain itu, seperti produk lainnnya juga, PIXY Two Way Cake Cover Smooth juga memiliki kemasan praktis yang memudahkan proses penggantian atau isi ulang kemasan refill ke kemasan regular. Cakep banget Pixy ini makanya saya suka banget!
Nah, ada yang sudah pakai juga kah? Share yuk di tab comment! J
Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of chachathaib . com